Investor Asal Tiongkok Bidik Jepara, Pabrik Tas Baru Segera Dibangun di Sengonbugel Mayong

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:13 WIB
PADAT: Para pekerja PT Parkland World Indonesia tengah mengantre jalan untuk pulang. (FIKRI T/RADAR KUDUS) 
PADAT: Para pekerja PT Parkland World Indonesia di Desa Sengonbugel Kecamatan Mayong tengah mengantre jalan untuk pulang. (FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS) 

JEPARA — Minat investasi di Kabupaten Jepara masih menunjukkan tren positif.

Meski ada perusahaan yang menghentikan operasionalnya, investor baru masih berdatangan.

Termasuk penanam modal asing (PMA) asal China, yang berencana membangun pabrik di Desa Sengonbugel Kecamatan Mayong.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara Arif Darmawan mengatakan, berdasarkan data Online Single Submission (OSS), jumlah proyek investasi yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) di Jepara terus bertambah.

Dalam rentang waktu 4 Agustus 2021 hingga 30 Juni 2026, tercatat sebanyak 74.451 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Belum lagi 391 proyek Penanaman Modal Asing (PMA). Kesemuanya telah terdaftar melalui OSS.

Arif mengungkapkan, salah satu investasi baru yang sedang berproses berasal dari China. 

Perusahaan tersebut telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan direncanakan membangun pabrik di wilayah Desa Sengonbugel.

"Perusahaan tersebut merupakan investasi PMA. Rencananya bergerak di bidang industri barang dari kulit, khususnya memproduksi tas," ujarnya, pada Senin (20/7).

Ia menjelaskan, kepemilikan NIB belum berarti perusahaan bisa langsung membangun maupun beroperasi. 

Setelah memperoleh NIB, investor masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan perizinan. Seperti pemenuhan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), persetujuan lingkungan, hingga mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Menurutnya, setelah seluruh persyaratan tersebut dipenuhi, pembangunan fisik pabrik baru dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Arif menambahkan, informasi yang sempat beredar mengenai kegiatan groundbreaking bukan berarti seluruh proses perizinan telah selesai. 

Masih terdapat beberapa tahapan administrasi, yang wajib dipenuhi sebelum investasi tersebut benar-benar direalisasikan.

Selain sektor industri, Arif menyebut pengajuan NIB melalui OSS juga didominasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, jasa, hingga berbagai bidang usaha lainnya. 

Hal ini menunjukkan aktivitas investasi di Jepara masih cukup dinamis dan terus berkembang.

“Tahapan masih panjang. Namun, data di OSS sendiri (investasi, red) di Jepara masih cukup positif,” pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
PMA Jepara Pabrik baru Jepara loker jepara investasi jepara industri padat karya