JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan Rp 210 miliar untuk pembangunan jalan pada 2026, menjadi anggaran infrastruktur jalan tertinggi dalam enam tahun terakhir. Untuk memastikan pelaksanaan sesuai target, Bupati Jepara Witiarso Utomo turun langsung meninjau proyek betonisasi ruas Bendanpete–Buaran dan Nalumsari–Papringan, Senin (6/7/2026).
Didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, jajaran Forkopimda, dan kepala perangkat daerah, Witiarso bahkan menyusuri langsung hamparan beton di ruas Bendanpete–Buaran. Saat ini, pekerjaan telah menyelesaikan sekitar separuh penanganan sesuai progres proyek.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus mengejar target penyelesaian pada September 2026.
Anggaran Jalan Tertinggi dalam Enam Tahun
Komitmen Pemkab Jepara mempercepat pembangunan infrastruktur tercermin dari besarnya anggaran yang dialokasikan tahun ini.
Pada 2021, anggaran pembangunan jalan tercatat Rp 60 miliar. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp 66 miliar pada 2022 dan Rp 80 miliar pada 2023, kemudian turun menjadi sekitar Rp 63 miliar pada 2024. Memasuki 2025, anggaran kembali melonjak menjadi Rp 154 miliar sebelum mencapai Rp 210 miliar pada 2026.
Selain mengandalkan APBD, Pemkab Jepara juga mengusulkan tambahan anggaran Rp 100 miliar melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
"Dari pusat kita ajukan Rp 100 miliar lewat IJD. Untuk Karimunjawa sekitar Rp55 miliar, sedangkan sisanya untuk wilayah Bangsri, Kedung, dan beberapa lokasi lainnya," kata Witiarso.
Bupati mengatakan progres pembangunan di ruas Bendanpete–Buaran menunjukkan perkembangan sesuai rencana.
"Minggu depan progres Bendanpete–Buaran sudah mencapai 50 persen. Di lokasi lain ada yang masih tahap awal dan ada juga yang sudah mencapai sekitar 25 persen," ujarnya.
Ia optimistis sebagian besar proyek peningkatan jalan dapat diselesaikan pada September 2026.
"Kalau Bendanpete–Buaran target selesai 18 September. Rata-rata ruas yang kita kerjakan juga ditargetkan selesai pada September," imbuhnya.
Bupati Soroti Truk Tambang yang Ancam Jalan Baru
Dalam perjalanan menuju lokasi, rombongan bupati sempat berhenti di ruas Pancur–Rajekwesi setelah melihat banyak truk tambang melintas. Witiarso kemudian meninjau langsung aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
Ia menegaskan tidak ingin jalan yang baru dibangun cepat rusak akibat kendaraan yang membawa muatan melebihi batas tonase.
Di sisi lain, ia mengakui keberadaan tambang berizin memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, mulai dari membuka lapangan kerja hingga menggerakkan sektor transportasi.
Karena itu, Pemkab Jepara akan menyiapkan regulasi agar aktivitas pertambangan tetap berjalan dengan tetap mematuhi batas tonase kendaraan, memberikan kontribusi kepada daerah melalui retribusi, dan menjaga kelestarian lingkungan.
"Kita ingin ada keseimbangan. Aktivitas tambang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi jalan yang dibangun dengan uang rakyat juga harus dijaga agar tetap awet. Semua harus mematuhi regulasi," tegasnya.
52 Ruas Jalan Dikerjakan Tahun Ini
Tahun ini, Pemkab Jepara mengerjakan 52 ruas jalan yang seluruhnya telah berkontrak. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemantapan jalan kabupaten yang kini mencapai sekitar 78 persen.
Ruas Bendanpete–Buaran menjadi salah satu proyek prioritas karena merupakan akses menuju Pondok Pesantren Balekambang, jalur distribusi hasil pertanian, sekaligus penghubung antarkecamatan.
Pekerjaan meliputi betonisasi sepanjang 1.130 meter dan pembangunan drainase sepanjang 76,8 meter dengan nilai kontrak sekitar Rp 4,1 miliar.
Sementara itu, ruas Nalumsari–Papringan yang menjadi jalur alternatif menuju Kabupaten Kudus dibeton sepanjang 267 meter dengan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 22 September 2026.
Salah seorang warga Desa Buaran, Rumini, mengaku bersyukur jalan di depan rumahnya akhirnya diperbaiki setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan.
"Jalan di depan rumah sudah sangat lama rusak. Pernah ditambal, tetapi cepat rusak lagi karena sering dilewati kendaraan berat. Alhamdulillah sekarang mulai diperbaiki dan semoga segera bisa dirasakan manfaatnya," ujarnya.
Pembangunan jalan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Jepara pada 2026. Dengan dukungan anggaran terbesar dalam enam tahun terakhir dan pengawasan langsung dari kepala daerah, proyek-proyek infrastruktur tersebut diharapkan mempercepat konektivitas wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kenyamanan masyarakat.