JEPARA — Pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) dan coding, akan diterapkan di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Jepara.
Rencananya dimulai pada semester baru tahun ajaran 2026/2027.
Penerapan tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat, yang mulai mengakomodasi AI dan coding dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP).
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Hening Indarti menjelaskan, saat ini sekolah tengah menyusun KSP.
Dalam waktu dekat, setiap sekolah juga akan memaparkan rancangan kurikulum tersebut kepada Disdikpora sebelum pembelajaran dimulai.
"AI dan coding nantinya masuk dalam KSP. Sebelum pembelajaran dimulai, semua satuan pendidikan harus sudah menyusun kurikulumnya. Materinya masih sederhana dan sifatnya sebagai mata pelajaran pilihan," ungkapnya.
Meski bersifat pilihan, Disdikpora berencana mewajibkan penerapan pembelajaran AI dan coding di beberapa sekolah percontohan.
Minimal, setiap kecamatan memiliki satu sekolah yang mengimplementasikan program tersebut.
Selain itu, pembelajaran juga akan diarahkan dengan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam.
Menurut Hening, metode ini mendorong peserta didik tidak hanya menghafal materi dari buku teks, tetapi mampu berpikir kritis. Serta memahami konsep secara lebih mendalam, termasuk mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Untuk mendukung penerapan kurikulum tersebut, pemerintah pusat juga terus menyalurkan bantuan perangkat pembelajaran digital. Berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau layar interaktif ke seluruh jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD hingga SMP.
Tahun ini, jumlah bantuan direncanakan kembali bertambah. Sehingga setiap sekolah ditargetkan memiliki hingga tiga unit layar interaktif.
Di sisi lain, Hening menyebut hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak sepenuhnya merepresentasikan kualitas pendidikan suatu daerah.
Sebelumnya, TKA jenjang SD-SMP di Kabupaten Jepara menempati peringkat ke-29 dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
TKA Kabupaten Jepara bagi siswa SD Mapel Bahasa Indonesia 62,44 dan Matematika 45,28 dan rata-rata TKA 53,86.
Sedangkan untuk jenjang SMP, Mapel Bahasa Indonesia 63,81 dan Mapel Matematika 41,94 dengan rata-rata 52,88.
Akan tetapi, menurut Hening, TKA hanya mengukur kemampuan literasi dan numerasi. Melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.
"Nilai pendidikan tidak hanya diukur dari TKA. Masih banyak aspek lain yang menjadi ukuran kualitas pendidikan," tanggapnya.
Hening menambahkan, pada kurikulum tahun ajaran baru juga akan diperkuat muatan lokal. Terutama yang mengulas tokoh-tokoh daerah, seperti Kartini, RMP Sosrokartono, Ratu Kalinyamat hingga Ratu Shima.
Materi tersebut akan disisipkan dalam pembelajaran, sebagai upaya menanamkan nilai sejarah dan karakter kepada peserta didik.
Ia juga menyebut, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan dimulai pada Senin (13/7) mendatang.
Pembukaan MPLS tingkat Kabupaten Jepara, direncanakan dipusatkan di SMP Negeri 1 Mlonggo dan akan dihadiri langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo.(fik)
Editor : Mahendra Aditya