Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Imbas Bendung Karet Bocor 1138 Hektare Sawah di 17 Desa Terancam Gagal Panen, Penanganan Darurat Gunakan Bronjong

Fikri Thoharudin • Kamis, 2 Juli 2026 | 19:43 WIB
GOTONG ROYONG: Masyarakat beserta tim penanganan lintas sektor tengah melakukan perbaikan darurat Bendung Karet Welahan Bum. (DKPP JEPARA UNTUK RADAR KUDUS) 
GOTONG ROYONG: Masyarakat beserta tim penanganan lintas sektor tengah melakukan perbaikan darurat Bendung Karet Welahan Bum. (DKPP JEPARA UNTUK RADAR KUDUS) 

JEPARA — Kebocoran Bendung Karet Welahan Bum mengancam ribuan hektare sawah di Kabupaten Jepara. 

Setidaknya 17 desa di empat kecamatan berpotensi mengalami gagal panen, apabila pasokan air irigasi tidak segera dibenahi dan dipulihkan. 

Pemerintah daerah pun melakukan penanganan darurat. Dengan memasangi bronjong, sembari menunggu perbaikan permanen dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Mudhofir menyampaikan, penanganan kebocoran bendung menjadi perhatian serius bagi Bupati Jepara, Witiarso Utomo. 

Baca Juga: Ironis! Lima SMP Negeri di Jepara Kekurangan 257 Siswa, Sekolah Rakyat Justru Diserbu Pendaftar

"Penanganan ini atas perintah Pak Bupati agar segera diselesaikan. Karena kewenangannya berada di BBWS, kami melakukan penanganan bersama untuk kondisi darurat," ungkap Mudhofir saat ditemui di kantornya, pada Kamis (2/7).

Sebagai langkah sementara, BBWS membangun pembendung menggunakan bronjong khusus, berbentuk kubus dengan karung berisi tanah.

Konstruksi tersebut diharapkan mampu menahan aliran air, sehingga suplai ke jaringan irigasi kembali mengalir. Di samping itu, juga mencegah air rob masuk.

Menurutnya, solusi tersebut hanya bersifat sementara. Sebab, bendung karet yang selama ini berfungsi mengatur irigasi sudah melewati usia teknis. 

“Teknologinya masih relevan, tapi sparepart-nya yang tidak. Sebelumnya juga pernah rusak, karetnya dibeli dari Jerman,” sebutnya.

Akibat kebocoran itu, kini sekitar 1.138 hektare tanaman padi di Kecamatan Kedung, Kalinyamatan, Pecangaan, dan Welahan terancam gagal panen. 

“Kekeringan karena tidak mendapatkan aliran air, atau mati karena air rob berkadar garam tinggi masuk,” ucapnya.

Sawah tersebut tersebar di 17 desa, yakni Batukali, Bandungrejo, Kriyan, Manyargading, Purwogondo, Robayan, Sendang, dan Bakalan di Kecamatan Kalinyamatan.

Lalu Desa Ujungpandan, Karanganyar, Guwosobokerto, Sidigede, dan Telukwetan di Kecamatan Welahan.

Kemudian Desa Gerdu dan Kaliombo di Kecamatan Pecangaan. Serta Desa Karangaji dan Tedunan di Kecamatan Kedung.

Kondisi tanaman padi saat ini sudah mrapu atau mulai berbulir. Pada fase tersebut kebutuhan air sangat tinggi. 

Jika suplai air terputus, tanaman berpotensi layu, roboh, hingga mati karena kekeringan. 

Baca Juga: Jepara Mulus, Komitmen Witiarso-Hajar Wujudkan Infrastruktur Berkualitas

Mudhofir menjelaskan, potensi produksi di lahan tersebut sekitar 6–7 ton gabah per hektare. Dengan hasil panen yang terancam mencapai sekitar 8 ribu ton.

Selain mempercepat pembendungan sementara, Pemkab juga menyiapkan skenario pemompaan air apabila kadar garam di sungai menurun. 

Selama ini aliran sungai masih dipengaruhi intrusi air laut, akibat bendung tidak mampu menahan air rob. Akibatnya salinitas juga tinggi.

"Kami akan menghitung dulu kadar garamnya. Kalau kualitas air sudah memenuhi syarat untuk pertanian, pompa akan kami turunkan dan air dialirkan ke saluran sekunder. Kalau sudah masuk ke saluran sekunder, tanaman padi masih bisa diselamatkan," terangnya.

Mudhofir menambahkan, penggunaan sumur bor belum menjadi solusi karena sebagian besar air tanah di kawasan tersebut bersifat payau. 

Di sisi lain, ancaman terhadap produksi padi tidak hanya berasal dari kekeringan, tetapi juga serangan hama wereng. 

Karena itu, percepatan pemulihan irigasi menjadi langkah paling mendesak. Untuk menyelamatkan ribuan hektare sawah di wilayah hilir Bendung Karet Welahan Bum tersebut.

“Butuh penanganan total dan yang bisa menangani pemerintah pusat. Anggarannya tidak sedikit,” pungkasnya.(fik) 

Editor : Mahendra Aditya
#Welahan Bum #Ribuan hektar terancam gagal panen #Potensi Puso #Bendung Karet Bocor #BBWS Pemalu Juana Lakukan Penanganan Darurat