JEPARA — PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) sebagai produsen dan Bulog bergerak cepat. Menarik ratusan dus minyak goreng bantuan pangan (Banpang) di Kabupaten Jepara.
Hal tersebut dilakukan, setelah muncul laporan dugaan minyak goreng beraroma solar.
Minyak yang ditarik tersebut, akan diganti oleh pihak produsen. Sehingga masyarakat dapat tetap menerima bantuan, dengan kualitas yang layak.
Pemimpin Cabang Bulog Pati Ashville Nusa Panata menjelaskan bahwa minyak goreng yang ditarik ialah produk MinyaKita yang diproduksi oleh PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Karanganyar, Jawa Tengah.
"Secara resmi memang belum ada informasi mengenai penyebabnya. Namun, ketika kemasan dibuka, aromanya berbeda," ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, pada Rabu (1/7).
Pihaknya menyebut, laporan berasal dari Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji.
Setidaknya hingga Rabu (1/7) dari inventarisasi pihak desa, PT KMR telah menarik sebanyak 379 dus ditambah 8 liter minyak goreng.
Selain itu pihak terkait juga telah menerima laporan dari Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, sebanyak 299 dus ditambah 4 liter, serta dari Desa Slagi sebanyak 28 dus.
Seluruh minyak yang dilaporkan bermasalah itu akan dikumpulkan. Kemudian akan dikembalikan kepada produsen.
Sampai dengan berita ini terbit, minyak goreng yang akan ditarik dari tiga desa tersebut mencapai 707 dus dan 12 liter, atau 8.484 liter.
Minyak Banpang tersebut memang sudah sempat tersalurkan kepada masyarakat.
Namun, setelah muncul laporan, PT KMR didampingi Bulog segera melakukan penarikan.
Bulog menjembatani proses pengembalian dari pemerintah desa hingga kepada produsen.
Dalam penyaluran bantuan pangan kali ini, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh 20 kilogram beras, serta 4 liter minyak goreng.
Jumlah tersebut merupakan alokasi untuk Banpang selama dua bulan.
Proses penarikan minyak goreng diharapkan dapat segera selesai. Setelah pendataan dari desa rampung akan direkap, dan disampaikan kepada produsen untuk diganti.
Selain itu Dirut Bulog memastikan dalam sidaknya ke pabrik PT KMR bahwa produsen akan bertanggung jawab penuh.
Minyak goreng yang ditarik akan diganti langsung oleh PT KMR.
Pihaknya juga akan memfasilitasi proses penarikan dan penukaran oleh PT KMR, agar bantuan pangan tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
"Kalau ada masyarakat yang ingin mengembalikan, langsung diproses. Silakan melapor melalui perangkat desa, nanti kami tindak lanjuti," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin