JEPARA — Tinggal sejengkal, harapan warga Desa Tempur bakal terwujud. Punya akses jalan lain, selain yang saat ini ada tersambung dengan Desa Damarwulan.
Akses penghubung Sumanding–Duplak segera rampung. Saat ini BPBD Jepara terus mengebut pembukaan jalan. Setidaknya tinggal 400-500 meter.
Bukit dikepras. Harapan mulai tampak, terpancar dari senyum sejumlah warga setempat.
Kini tak perlu khawatir jika longsor datang dan menutup jalan eksisting. Jalan alternatif sudah hampir tersedia.
Jalan alternatif yang membelah kawasan bukit tersebut, direncanakan akan ditingkatkan dengan pengerasan. Membuka peluang konektivitas baru bagi masyarakat.
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah melakukan inventarisasi kebutuhan anggaran, sebagai tahap awal sebelum proyek dijalankan.
Jalur ini dinilai strategis, karena berpotensi menjadi akses alternatif yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Simpangan.
“Jalan alternatif itu nanti akan kami anggarkan di APBD Perubahan sebagian, kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 2027,” ungkap Witiarso pada Senin (27/4).
Menurutnya, proses pembukaan jalur tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua pekan mendatang, sebagai langkah awal membuka akses yang lebih layak.
Untuk tahun 2026, alokasi anggaran yang disiapkan masih bersifat bertahap.
Sebagian anggaran akan difokuskan pada pekerjaan fisik awal, sementara sisanya menggunakan hasil penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pengembangan lanjutan.
Tak hanya itu, pemerintah juga tengah menghitung kebutuhan anggaran untuk pembukaan jalan secara keseluruhan, yang diperkirakan mencapai panjang sekitar 6 kilometer.
Jalur ini tidak hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, tetapi juga kendaraan roda empat dengan dimensi lebih besar.
Witiarso menegaskan, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya membuka konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, di sekitar kawasan tersebut.
Lebih lanjut dikatakan, dengan rencana bertahap hingga 2027, jalan Sumanding–Duplak diharapkan menjadi jalur alternatif yang fungsional. Menghubungkan Desa Wisata dengan infrastruktur yang memadai.
"Jalan lebih besar, roda empat bisa lewat, bisa bersimpangan," pungkasnya.(fik)
Editor : Admin