Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

RS Apung Malahayati Sandar di Jepara, Bupati Wiwit Sebut Sangat Dibutuhkan Warga Pesisir

M. Khoirul Anwar • Selasa, 7 April 2026 | 15:03 WIB

 

MANFAAT: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso meninjau langsung layanan kesehatan Kapal Rumah Sakit Apung Malahayati yang bersandar di Pelabuhan Kelas II Jepara.
MANFAAT: Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso meninjau langsung layanan kesehatan Kapal Rumah Sakit Apung Malahayati yang bersandar di Pelabuhan Kelas II Jepara.

 

JEPARA – Bupati Jepara Witiarso Utomo meninjau langsung layanan kesehatan Kapal Rumah Sakit Apung Malahayati yang bersandar di Pelabuhan Kelas II Jepara, Senin (06/04/2026).

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Jepara Hadi Sarwoko, Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Witiarso menuturkan, RS Apung Malahayati telah hadir selama empat hari terakhir dan memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Jepara, terutama masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.

Menurutnya, kehadiran rumah sakit apung ini merupakan langkah nyata untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan jangkauan fasilitas medis.

“Selain layanan kesehatan, RS Apung Laksamana Malahayati juga menghadirkan harapan, kepedulian, dan rasa tenang bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, model pelayanan kesehatan seperti ini sangat relevan bagi Kabupaten Jepara yang memiliki karakter wilayah maritim, garis pantai panjang, komunitas nelayan, kawasan pesisir, serta posisi strategis sebagai gerbang menuju Karimunjawa.

“Sebagai daerah maritim dengan garis pantai yang panjang, keberadaan masyarakat nelayan, wilayah pesisir, serta posisi sebagai gerbang menuju Karimunjawa menjadikan model pelayanan kesehatan seperti ini sangat relevan dan dibutuhkan,” kata Witiarso.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah melalui program unggulan BPJS/KIS bagi masyarakat tidak mampu.

Program tersebut dinilai penting, terutama setelah adanya pemotongan lebih dari 75 ribu penerima KIS oleh pemerintah pusat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Jepara melakukan peningkatan keaktifan JKN-KIS bagi warga kurang mampu.

Langkah ini didukung alokasi anggaran sebesar Rp41,34 miliar dari APBD Kabupaten Jepara.

“Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sebanyak 112.232 penerima manfaat,” paparnya.

Secara terpisah, dokter RS Apung Malahayati dr Michelle M mengatakan pihaknya terus bergerak menjalankan misi kemanusiaan dengan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta kawasan pesisir.

Menurutnya, Jepara menjadi titik layanan terakhir setelah sebelumnya kapal berkeliling memberikan layanan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia.

“Hari ini layanan terakhir di Jepara. Kita membawa dokter, perawat, bidan hingga staf medis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kapal rumah sakit apung ini dilengkapi fasilitas pemeriksaan, kamar rawat inap, ruang bedah, mobil ambulans, hingga motor trail untuk menjangkau medan berat.

“Kapal ini punya fasilitas yang lengkap, mulai dari fasilitas pemeriksaan, kamar rawat inap, hingga tempat bedah. Ada juga mobil ambulans dan motor trail untuk menjangkau medan berat,” tandasnya.

 

Editor : Admin
#RS Apung Malahayati #layanan kesehatan pesisir #karimunjawa #bupati jepara #witiarso utomo