JEPARA — Longsor kembali terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling. Deras deras dengan intensitas tinggi jadi pemicu.
Material longsoran berupa batu berukuran besar, serta lumpur menutup akses jalan desa. Sehingga alat berat diterjunkan untuk membuka jalur darurat.
Camat Keling Lulut Andi Ariyanto mengatakan longsoran terbaru, terjadi pada Selasa malam (10/3) sekitar pukul 22.00–22.30.
Warga melaporkan adanya batu besar yang jatuh dari tebing dan menutup badan jalan. Bahkan ada badan jalan yang growong. Akibat hantaman batu yang terjauh dari ketinggian sekitar 100 meter.
Sebelumnya pada Minggu-Senin (8-9/3), juga terjadi longsor di titik yang sama. Namun tidak separah saat ini.
“Semalam ada laporan kalau longsor lagi. Ada beberapa batuan besar dengan ukuran sekitar 4x6 meter jatuh ke jalan. Termasuk yang menggelontor ke bawah,” ujarnya Rabu (11/3).
Menurutnya, material batu tersebut membuat jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Bahkan sebagian badan jalan amblas sehingga menyisakan ruang sempit.
“Batuan dari tebing itu menghantam jalan. Lebar jalan yang tersisa hanya sekitar satu meter, amblas,” ucapnya.
Pemerintah kecamatan kemudian berkoordinasi dengan BPBD Jepara dan Dinas Pekerjaan Umum.
Tak hanya itu, jaringan listrik juga terganggu. Lantaran beberapa tiang terdampak longsoran. Akan tetapi dari pihak PLN telah melakukan penanganan.
Kebetulan masih terdapat alat berat yang sebelumnya digunakan untuk penataan di daerah Kaliombo, langsung dikerahkan menuju lokasi longsor.
Alat berat jenis ekskavator PC 200 diterjunkan, untuk membersihkan material longsoran dan membuat jalur darurat.
Operator membuat lintasan zigzag untuk menghindari batu besar yang masih berada di sekitar tebing.
Selain membersihkan batu kecil, petugas juga berencana mengebor atau memecah batu besar.
Pekerjaan dilakukan secara hati-hati, sebab masih terdapat batuan besar yang menggantung di atas tebing. Dikhawatirkan batu tersebut berpotensi runtuh sewaktu-waktu. Terlebih saat turun hujan kembali.
“Di ujung tebing ada batu yang menggantung. Itu yang kami waspadai. Lebarnya (longsoran) hampir 100 meter dengan tinggi sekitar 100 meter dan kemiringan 70–80 derajat,” jelasnya.
Sementara waktu, batuan kecil sudah mulai disingkirkan menggunakan ekskavator PC 200. Namun yang berukuran besar harus menggunakan bucket teeth breaker.
Pembersihan juga akan dilakukan terhadap tanah longsoran yang bercampur lumpur.
Material tersebut diangkat menggunakan ekskavator, kemudian sebagian jalan diurug dengan bebatuan dan pasir agar lebih stabil.
Hingga Rabu (11/3) sore, jalan sudah mulai terbuka. Khususnya untuk kendaraan roda dua trail. Pembukaan akses terus diupayakan secara bertahap.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto menyebutkan penanganan longsor masih terus berlangsung. Hingga beberapa hari ke depan.
Ia mengonfirmasi, jika lebar area longsoran diperkirakan mencapai sekitar 50 meter. Dengan material batu yang cukup besar.
Untuk mempercepat proses pembersihan, bucket ekskavator diganti dengan alat pemecah batu atau breaker.
Langkah ini dilakukan agar batu besar yang menutup jalan dapat dihancurkan.
“Alat berat yang sebelumnya berada di Kaliombo kami naikkan ke lokasi. Sekarang ekskavator PC 200 digunakan untuk membuka akses jalan,” ujarnya.
Ia menyebutkan akses jalan darurat sudah mulai terbuka sekitar pukul 12.06 siang. Meskipun masih perlu proses pembersihan lanjutan.
“Jalan sudah terbuka, tinggal proses clearing. Untuk sementara akses darurat sudah bisa dilalui kendaraan kecil,” jelasnya.
BPBD memperkirakan penanganan penuh longsor tersebut, dapat memakan waktu sekitar lima hingga tujuh hari.
Namun lamanya pekerjaan bergantung pada tingkat kekerasan batu, yang harus dipecah menggunakan breaker.
“Kami upayakan secepatnya. Diharapkan sebelum lebaran bisa tuntas,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya