Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ancaman Longsor Mengintai, Sungai Gelis Keling Diperkuat Bronjong

M. Khoirul Anwar • Minggu, 15 Februari 2026 | 13:48 WIB

 

SATSET: Para operator alat berat tengah mengupayakan normalisasi Kali Gelis di daerah Kaliombo sejurus dengam Desa Tempur Kecamatan Keling.
SATSET: Para operator alat berat tengah mengupayakan normalisasi Kali Gelis di daerah Kaliombo sejurus dengam Desa Tempur Kecamatan Keling.

JEPARA — Penanganan Sungai Gelis di kawasan Kaliombo, Desa Tempur, Kecamatan Keling, terus dikebut untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Jepara bersama pemerintah desa melakukan pembronjongan batu di sepanjang bantaran sungai.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat tebing sekaligus menjaga alur sungai agar tidak berubah saat debit air meningkat, terutama pada musim hujan yang rawan banjir dan longsor.

Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya antisipasi terhadap potensi gerusan sungai yang dapat mengancam akses jalan warga.

“Pada tahap awal, pembronjongan dilakukan sepanjang 55 meter. Saat ini pondasi sudah selesai, tinggal penyelesaian bagian atas bronjong,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penataan bantaran sungai menjadi penting karena kawasan Kaliombo berada di jalur vital aktivitas masyarakat.

Sebelumnya, pada Jumat (9/1), gerusan air sempat merusak badan jalan hingga sepanjang 80 meter.

“Dengan pembronjongan, tebing sungai lebih kuat dan tidak mudah tergerus. Harapannya, akses warga tetap aman dan terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Carik Desa Tempur, Mahfudz Aly, menuturkan bahwa penanganan tidak hanya berupa pemasangan bronjong, tetapi juga pendalaman dan pelebaran sungai di sejumlah titik rawan.

“Selain bronjong, dilakukan juga pendalaman dan pelebaran agar aliran air lebih lancar dan mengurangi risiko luapan,” katanya, Jumat (13/2).

Ia menambahkan, jika pekerjaan dilakukan secara konsisten setiap hari, progres penanganan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

Dari sisi teknis, pengerjaan didukung alat berat. Di wilayah Duplak, dikerahkan dua unit ekskavator berkapasitas 7,5 ton untuk land clearing. Sementara di Kaliombo, empat unit ekskavator PC200 digunakan untuk pengerukan, penataan bronjong, dan normalisasi alur sungai.

Dengan penguatan bantaran melalui bronjong batu, alur Sungai Gelis diharapkan tetap stabil. Upaya ini juga ditujukan untuk meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur, permukiman, serta lahan pertanian warga.

“Saat ini fokus penanganan pascabencana masih di Kaliombo, termasuk pembukaan jalur alternatif Sumanding–Duplak,” pungkasnya. (fik/war) 

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #Carik #banjir #berita jepara hari ini #jalan #keling #tempur #sungai #camat #bronjong #berita jepara