Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Instalasi Listrik Tersambar Petir Jadi Penyebab Dugaan Kebakaran PT Chengqi Nalumsari Jepara

Fikri Thoharudin • Sabtu, 17 Januari 2026 | 15:20 WIB
SISA-SISA: Kondiis dalam pabrik PT Chengqi usai terbakar pada Sabtu (17/1).
SISA-SISA: Kondiis dalam pabrik PT Chengqi usai terbakar pada Sabtu (17/1).

JEPARA— Kebakaran hebat melanda pabrik PT Chengqi yang berlokasi di Kecamatan Nalumsari, pada Sabtu (17/1) siang. 

Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh instalasi listrik, yang tersambar petir.

Sehingga menyebabkan korsleting pada mesin produksi.

Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 10.38 WIB.

Namun, berdasarkan keterangan awal, api mulai muncul sekitar pukul 10.30 WIB di area produksi pabrik tersebut.

“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel ke lokasi," ucapnya pada Sabtu (17/1) di lokasi kejadian.

Untuk penyebab kebakaran saat ini masih dalam proses penyelidikan.

"Namun berdasarkan keterangan awal, diduga akibat instalasi listrik yang tersambar petir, kemudian terjadi korsleting dan memicu kebakaran mesin produksi,” jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, dua orang karyawan (pria) yang saat itu sedang mengoperasikan mesin mengalami luka bakar. 

Keduanya langsung dievakuasi dan dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Mayong, guna mendapatkan perawatan medis. 

Kondisi korban dilaporkan mengalami luka bakar cukup serius, 80-85 persen.

Dampak kebakaran, menghanguskan area gudang penyimpanan sekaligus produksi.

Dengan luas terdampak sekitar 16.000 meter persegi. 

Besarnya luasan area membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama. Serta penanganan ekstra dan khusus.

Kesulitan utama dalam proses pemadaman, lanjut Edy, disebabkan material yang terbakar merupakan bahan mudah terbakar. 

Seperti foam, plastik, serta berbagai bahan baku pembuatan tas dan sepatu. 

Di samping itu, di area pabrik juga terdapat tabung gas elpiji.

“Di lokasi terdapat satu tangki elpiji berisi sekitar 3.000 kilogram. Tangki tersebut langsung kami amankan dan terus kami semprot agar tidak terjadi ledakan,” terangnya.

Karena api terus meluas, petugas juga memanfaatkan deterjen sebagai campuran air. Hal itu sebagai upaya khusus, sebelum air disemprotkan ke titik api.

Hal itu menjadi alternatif untuk meminimalisir asap dan membantu proses pendinginan material yang terbakar.

Dalam penanganan kebakaran ini, total terdapat 13 unit yang terlibat.

Terdiri dari tujuh unit armada dari Damkar Jepara. Serta enam unit bantuan dari perusahaan swasta, termasuk BPBD, dan water canon milik Polres Jepara. 

Edy menyebutkan, pada Sabtu (17/1) pabrik masih beroperasi secara terbatas.

Api dilaporkan berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. 

Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pemantauan lanjutan.

"Setidaknya satu jam ke depan untuk mencegah munculnya api kembali," tegasnya.

SISA-SISA: Kondiis dalam pabrik PT Chengqi usai terbakar pada Sabtu (17/1).
SISA-SISA: Kondiis dalam pabrik PT Chengqi usai terbakar pada Sabtu (17/1).

Pada saat yang sama, Kabag Ops Polres Jepara Kompol Sutono, menyampaikan pihak kepolisian turut membantu proses pemadaman dengan armada water canon

Polisi juga berupaya memasang garis polisi di lokasi dan meminta bantuan tim dari Polda Jawa Tengah, untuk melakukan analisis dampak serta olah tempat kejadian perkara.

Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara taksiran kerugian masih dalam proses perhitungan.

"Kami meminta bantuan Polda Jawa Tengah untuk melakukan analisis lebih lanjut," tandasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#kebakaran #jepara #busa #petir #pabrik plastik