SEMARANG — Operasi modifikasi cuaca yang dilakukan untuk mengendalikan hujan di Jepara tidak dilakukan di wilayah daratan.
Penyemaian awan justru dilakukan di perairan utara Semarang, sebelum awan hujan bergerak ke kawasan darat.
Pemilihan wilayah laut sebagai lokasi penyemaian bukan tanpa alasan.
Secara meteorologis, laut menjadi area ideal untuk menurunkan hujan karena tidak berdampak langsung pada permukiman, infrastruktur, maupun wilayah rawan bencana.
Dalam operasi ini, pesawat penyemai terbang pada radius puluhan mil laut dari Stasiun Radar Cuaca Semarang.
Awan hujan yang terdeteksi kemudian disemai agar hujan turun lebih cepat di wilayah perairan.
Faktor arah dan kecepatan angin menjadi pertimbangan utama.
Saat angin bergerak dari barat hingga barat daya, potensi awan hujan yang terbentuk di laut dapat bergerak ke wilayah Jepara dan kawasan Muria.
Dengan melakukan penyemaian lebih awal di laut, hujan diharapkan tidak terkonsentrasi di daratan, terutama di wilayah rawan longsor dan banjir.
Langkah ini juga dinilai lebih aman dibandingkan membiarkan awan hujan tumbuh maksimal dan menjatuhkan hujan lebat di wilayah pegunungan dan daerah aliran sungai.
Modifikasi cuaca di perairan utara Semarang menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana hidrometeorologi yang kini semakin sering diterapkan di berbagai daerah rawan cuaca ekstrem di Indonesia.