Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Listrik dan Jaringan Desa Tempur Lumpuh Total, Butuh Supply BBM dan Penerangan

Fikri Thoharudin • Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:06 WIB

LUMPUH: Kondisi jalan di Desa Tempur yang terputus karena longsor, imbas hujan deras sejak Jumat-Sabtu (9-10/1).
LUMPUH: Kondisi jalan di Desa Tempur yang terputus karena longsor, imbas hujan deras sejak Jumat-Sabtu (9-10/1).

JEPARA — Bencana longsor yang melanda wilayah Kecamatan Keling mengakibatkan listrik dan jaringan komunikasi di Desa Tempur lumpuh total. 

Akses jalan menuju desa tersebut juga tertutup material longsor, sehingga menyulitkan distribusi logistik dan proses penanganan darurat.

Dari setidaknya 18 titik longsor, kondisi terparah terjadi di jalur utama menuju Desa Tempur. 

Baca Juga: Tempur Terisolasi, Jepara Kerahkan Lima Alat Berat Buka Akses Jalan yang Terputus

Material tanah dan bebatuan menutup badan jalan, membuat kendaraan tidak bisa melintas. Tak hanya itu, badan jalan juga tergerus aliran longsor.

Akibatnya, warga desa terisolasi dan kesulitan mendapatkan bantuan.

Kasi Pemerintahan Desa Tempur, Ahmad Junaidi, menyampaikan bahwa upaya pembukaan akses jalan telah berlangsung sejak Jumat (9/1) malam.

Hujan yang terus mengguyur dengan intensitas tinggi, menyulitkan proses penanganan.

Bahkan, pembukaan jalan beberapa kali harus dihentikan karena cuaca yang tidak memungkinkan Sabtu (10/1).

Menurut Junaidi, proses pembukaan jalan akan kembali dilanjutkan pada Minggu (11/1) pagi. 

Baca Juga: Niat Isi Bensin Sepeda Motor saat Kondisi Mati Listrik, Rumah Warga Sowan Kidul Jepara Terbakar, Begini Kronologinya

Fokus kerja bakti dipusatkan di pertigaan Kaliombo yang menjadi titik krusial penghubung menuju Desa Tempur.

Selain akses jalan, persoalan serius lainnya adalah lumpuhnya listrik dan jaringan seluler. 

"Listrik dan jaringan total (mati, red)," ringkasnya.

Menurutnya, sinyal komunikasi sangat sulit didapat, bahkan di beberapa titik tidak ada sama sekali. 

Kondisi ini menyulitkan koordinasi antarwarga maupun dengan tim relawan.

Keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi kendala utama. 

Baca Juga: Dirikan Posko Bencana dan Dapur Umum, BPBD Jepara Penuhi Kebutuhan Warga Terdampak

BBM sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan genset dan kendaraan operasional. Termasuk untuk alat berat, baik ekskavator maupun loader. 

Untuk sementara, para relawan terpaksa mengambil BBM dari sejumlah kendaraan roda empat milik warga Damarwulan dan sekitarnya, untuk kemudian didistribusikan ke Desa Tempur.

Di samping itu, BPBD Kabupaten Jepara bersama tim relawan terus melakukan penanganan darurat di lapangan. 

Ahmad Junaidi menegaskan bahwa kondisi masyarakat relatif aman, namun kebutuhan alat berat sangat mendesak untuk mempercepat pembukaan jalan darurat.

“Warga aman, tapi kami sangat membutuhkan alat berat. Saat ini fokus utama adalah membuka akses jalan sementara,” ujarnya.

Di samping itu, ia menegaskan warga juga membutuhkan alat penerangan seperti senter dan lampu darurat. 

Minimnya penerangan membuat aktivitas warga pada malam hari sangat terbatas, terlebih listrik belum bisa menyala.

Hingga Sabtu (10/1) malam, kondisi di sekitar Posko Destana Damarwulan masih diguyur hujan. 

Relawan dan warga tetap siaga dan waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi.

Penanganan lanjutan akan dilakukan pada Minggu (11/1) pagi.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#tertutup #jepara #listrik #total #longsor #jalan putus