Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tempur Terisolasi, Jepara Kerahkan Lima Alat Berat Buka Akses Jalan yang Terputus

Fikri Thoharudin • Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:52 WIB
TERPUTUS: Kondisi akses jalan menuju Desa Tempur Kecamatan Keling yang tertutup material longsor, imbas hujan deras Jumat-Sabtu (9-10/1).
TERPUTUS: Kondisi akses jalan menuju Desa Tempur Kecamatan Keling yang tertutup material longsor, imbas hujan deras Jumat-Sabtu (9-10/1).

JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara terus mengupayakan pembukaan akses jalan yang terputus di Desa Tempur Kecamatan Keling. 

Terdapat setidaknya 18 titik longsor di daerah Tempur, imbas terjangan aliran sungai serta hujan deras sejak Jumat-Sabtu (9-10/1).

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan gabungan terus bekerja keras. Semangat mereka tak surut oleh terpaan derasnya hujan. 

Hingga Sabtu pukul 14.30, hujan masih mengguyur wilayah yang termasuk Kaki Gunung Muria ini.

Dalam masa tanggap darurat ini, pemulihan infrastruktur vital menjadi prioritas utama agar mobilitas warga kembali normal.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah memobilisasi alat berat dari berbagai unsur untuk mempercepat penanganan di lapangan. 

Upaya tersebut dilakukan sebagai respons atas terputusnya akses menuju wilayah terdampak, khususnya Desa Tempur.

“Untuk penanganan infrastruktur, kami mulai mengerahkan alat berat dari berbagai pihak,” kata Arwin saat ditemui di Posko Destana Damarwulan, Sabtu (10/1). 

Menurutnya, koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar proses pembukaan jalur berjalan efektif.

Arwin menyebutkan, setidaknya terdapat lima unit alat berat yang disiapkan dalam operasi penanganan ini. 

Hingga Sabtu (10/1) pukul 14.00 WIB, tiga unit ekskavator telah berada di lokasi dan mulai dioperasikan untuk membuka material longsoran yang menutup badan jalan.

Alat berat tersebut berasal dari sejumlah instansi dan elemen masyarakat.

Di antaranya Dinas Pekerjaan Umum (PU), BPBD Kabupaten Jepara, Kodim, serta bantuan ekskavator dari masyarakat wilayah Cepogo dan Sirahan. 

KEBUT: Tim relawan gabungan terus mengupayakan pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor.
KEBUT: Tim relawan gabungan terus mengupayakan pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor.

Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan akses.

Meski demikian, Arwin mengakui bahwa hingga saat ini tim belum dapat menjangkau langsung titik jalan yang terputus. 

Hal tersebut disebabkan oleh kondisi medan yang cukup berat, serta akses awal yang masih tertutup material longsoran.

“Dari foto yang dikirim perangkat desa (Tempur, red) diketahui bahwa jalan tersebut tergerus aliran sungai,” jelasnya. 

Kondisi ini membuat penanganan harus dilakukan secara bertahap dan dengan perhitungan teknis yang matang.

Sebagai langkah awal, BPBD merencanakan pemasangan trucuk bambu menggunakan alat berat untuk menahan badan jalan sementara. 

Selanjutnya, material dari sungai akan diangkat. Dimasukkan kembali ke badan jalan agar akses darurat bisa segera dibuka.

“Target kami jalan bisa terbuka dulu, agar kendaraan darurat dan logistik bisa masuk,” paparnya. 

Setelah akses utama terbuka, proses penanganan lanjutan akan dilakukan secara bertahap.

Arwin menambahkan, setelah jalur menuju Desa Tempur berhasil dibuka, fokus penanganan akan dialihkan ke wilayah permukiman warga. 

Sejumlah rumah dilaporkan terdampak longsor dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Harapan kami yang paling utama tentu tidak ada korban jiwa. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir kerugian harta benda warga dan menangani dampak bencana ini secepatnya,” pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#muria #jepara #longsor #BPBD