JEPARA — Sektor wisata terbukti menjadi penggerak ekonomi Jepara.
Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kunjungan wisatawan meningkat dan berdampak langsung pada pendapatan daerah yang menembus Rp 2,23 miliar.
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara mencatat, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 47.367 orang, naik sekitar 4 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Kepala Disparbud Jepara Ali Hidayat mengatakan, lonjakan kunjungan terjadi di sejumlah destinasi unggulan.
Pantai Tirta Samudra Bandengan menjadi objek wisata terpadat dengan 16.581 pengunjung, disusul Pantai Kartini 11.353 wisatawan, serta Museum R.A. Kartini 7.898 pengunjung.
“Wisatawan luar daerah umumnya mengunjungi lebih dari satu objek wisata. Hal ini mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan jasa wisata,” ujar Ali.
Selain destinasi daratan, sektor wisata bahari juga menunjukkan kontribusi signifikan.
Selama libur Nataru, Karimunjawa dikunjungi 5.914 wisatawan, yang turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi laut, serta usaha pariwisata lokal.
Efek Program Kepala Daerah
Peningkatan pendapatan sektor wisata dinilai sejalan dengan arah kebijakan Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi daerah.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Jepara mendorong digitalisasi layanan wisata melalui penerapan e-ticketing.
Kebijakan ini terbukti efektif meningkatkan pendapatan retribusi wisata hingga 19,9 persen, dari Rp1,86 miliar menjadi Rp 2,23 miliar dalam lima bulan penerapan.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mempercepat perbaikan infrastruktur pendukung wisata. Tingkat kemantapan jalan kabupaten kini mencapai 88,18 persen, mempermudah akses wisatawan ke berbagai destinasi.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jepara
Secara makro, geliat sektor wisata turut berkontribusi terhadap kondisi ekonomi Jepara yang terus membaik. Angka kemiskinan turun menjadi 6,09 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 3,34 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jepara mencapai 74,32, di atas rata-rata Jawa Tengah.
Ali menegaskan, sektor pariwisata akan terus diperkuat sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
“Ke depan, kami fokus pada peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan destinasi agar dampak ekonomi semakin luas,” pungkasnya.