Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gagal Liburan ke Karimunjawa, Calon Penumpang KMP Siginjai Mondar-mandir di Pelabuhan Jepara, Ini Gara-garanya

Redaksi Radar Kudus • Senin, 29 Desember 2025 | 17:20 WIB
BERANGKAT: KMP Siginjai bersandar di Pelabuhan Kartini Jepara.
BERANGKAT: KMP Siginjai bersandar di Pelabuhan Kartini Jepara.

JEPARA — Puluhan wisatawan tidak bisa berlibur ke Karimunjawa Jumat (26/2). Kapal Muatan Penumpang (KMP) Sigijai yang sedianya mereka tumpangi gagal berangkat. Mesinnya rusak.

Mereka kecewa. Sebagian harus pulang. Sebagian lainnya mendatangi kantor pelabuhan penyeberangan Jepara.

Mereka mondar-kandir di depan loket pelayanan. Ada yang duduk di kursi tunggu.

Para wisatawan mempertanyakan tanggung jawab pengelola atas kerugian yang mereka alami. Juga nasib tiket dan jadwal keberangkatan selanjutnya.

Hingga pukul 14.00 sejumlah pengunjung masih berada di kantor ASDP (Angkutan Sungai dan Penyeberangan).

Mereka belum mengambil keputusan apakah akan berangkat dengan kapal lain atau pulang.

Sedianya KMP Siginjai berangkat ke Karimunjawa Jumat pukul 07.00. Tetapi mesin kapal berkapasitas 265 penumpang itu rusak.

Informasi pembatalan keberangkatan disampaikan ke calon penumpang Kamis malam pukul 19.00

Fauzi, salah satu calon penumpang asal Bandung, kecewa. Dia tidak memiliki cukup waktu untuk mengatur ulang rencana perjalanan.

“Pembatalannya mendadak.,” ujarnya saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini.

Dia bersama keluarga dan teman-temannya berangkat dari Bandung Rabu (24/12) sore.

Sedianya akan menyeberang ke Karimunjawa Kamis. Namun KMP Siginjai berangkat Jumat.

"Saya sudah stay di sini semalam. Tidur di jalan," ujarnya.

Rombongannya berjumlah lima orang. Ada keluarga dan teman. Mereka berencana berlibur di Karimunjawa tiga hari dua malam. Sudah memesan penginapan Tarifnya Rp 275 ribu per malam.

Mereka juga telah membayar kapal Rp 125 ribu termasuk motor. KMP Sigijai memang bisa mengangkut barang, motor, dan mobil sekalipun.

Berbeda dengan KMP Express Bahari yang hanya memuat penumpang.

Fauzi juga membuka open trip. Namun dia tidak menyebutkan berapa orang yang mendaftar.

“Rombongan saya yang tersisa 13 orang. Yang lain sudah pulang. Sudah pada kesal,” katanya.

Kerugian yang dialami tidak kecil. Sebagian besar biaya yang sudah dikeluarkan tidak bisa di-refund. Kalaupun bisa, pengembalian hanya sekitar 50 persen. Itu pun prosesnya lama.

“Biaya jadi dobel-dobel. Hotel sudah bayar. Trip sudah bayar. Tiket kapal hangus. Refund kadang sebulan. Itu pun dipotong,” ujarnya.

Dia bisa memaklumi kalau pembatan keberangkatan disebabkan cuaca ekstrem. “Tapi ini teknis. Seharusnya ada persiapan matang dan kapal cadangan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sinta Kusuma Dewi, pengunjung asal Jakarta.

Perempuan 40 tahun ini, telah membeli paket open trip termasuk tiket kapal, hotel, dan makan. Semua tidak bisa di-refund.

Dia baru pertama mau ke Karimunjawa. Rencana ingin free diving. Tetapi malah terkendala kapal.

Dia sudah metelpon pihak open trip untuk reschedule. Tapi di bulan lain. “Tidak di bulan ini," ujarnya.

Sinta mengaku waktu liburan yang dimilikinya tidak fleksibel untuk penjadwalan ulang. Solusi reschedule pun tidak menyelesaikan masalah. “Waktu sudah di-plan. kalau tidak berangkat hari ini, ya tidak bisa,” tambahnya.

ASDP akhirnya mengfasilitasi keluhan calon penumpang. Yaitu pindah ke kapal Express Bahari. Namun, wisatawan harus membayar harga normal, yakni Rp 200 ribu.

Sebenarnya tiket Express Bahari hari itu pun sudah habis. Tetapi ASDP bisa mengusahakan. Ada penumpang yang akhirnya pindah ke kapal itu. Namun sebagian memilih pulang.

Solusi itu pun, menurut Fauzi, termasuk lamban. Jumat siang baru diputuskan. Sebagian anggota rombongannya sudah telanjur pulang.

Dia menyarankan agar pihak kapal betul-betul memperhatikan kepentingan penumpang. Kapal dicek secara rutin. Kalau pun ada problem harus segera diberi solusi. (fik)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #penumpang #karimunjawa #siginjai #wisatawan