Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Antusias Isi Libur Sekolah, Anak-anak Jepara Ikuti Program “Liburan di Ilalang” di TBM Rumah Belajar Ilalang

Fikri Thoharudin • Senin, 29 Desember 2025 | 00:58 WIB
ANTUSIAS: Anak-anak yang duduk di bangku SD tengah mengunjungi TBM Rumah Belajar Ilalang.
ANTUSIAS: Anak-anak yang duduk di bangku SD tengah mengunjungi TBM Rumah Belajar Ilalang.

JEPARA — Masa liburan sekolah acapkali identik dengan waktu luang, tanpa aktivitas terarah bagi anak-anak. 

Menyadari kondisi tersebut, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Belajar Ilalang di Kabupaten Jepara menghadirkan program bertajuk “Liburan di Ilalang: Baca, Main, Berkarya”. Diadakan sebagai ruang alternatif yang edukatif, kreatif, dan ramah anak.

Program ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat-Minggu, (26–28/12). Uniknya seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gratis. Berlangsung di Desa Kecapi RT 14/RW 2, Kecamatan Tahunan.

Berbeda dengan kegiatan belajar formal di sekolah, Liburan di Ilalang dirancang tanpa tekanan akademik.

Anak-anak diajak belajar melalui pengalaman langsung yang dekat dengan kehidupan kampung, menggabungkan aktivitas membaca, bermain, dan berkarya sebagai sarana pengembangan imajinasi, kepekaan sosial, serta kreativitas.

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (26/12), melalui aktivitas memotret kampung. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak berjalan menyusuri lingkungan sekitar TBM untuk mengamati berbagai sudut kampung.

Mulai dari aktivitas warga, ruang bermain, hingga lanskap sederhana yang kerap luput dari perhatian.

Melalui kegiatan memotret, anak-anak tidak hanya belajar teknik dasar visual, tetapi juga diajak bercerita tentang kampungnya sendiri.

Mereka didorong untuk melihat lingkungan sekitar sebagai ruang belajar yang kaya makna dan cerita, sekaligus melatih keberanian mengekspresikan sudut pandang personal.

Kegiatan berlanjut pada Sabtu (27/12), dengan agenda permainan tradisional. Permainan tradisional ini menjadi upaya TBM Ilalang untuk mengenalkan kembali permainan non-gawai kepada anak-anak. 

Selain menghadirkan kegembiraan kolektif, kegiatan ini juga menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta interaksi sosial yang semakin jarang ditemui di tengah dominasi permainan digital. Seperti dakon, sunda manda, ular tangga dan lainnya.

Kegiatan pamungkas berlangsung pada Minggu (28/12), dengan tema daur kertas. Anak-anak dikenalkan pada praktik sederhana pengelolaan sampah kertas, mulai dari memilah, mengolah, hingga menciptakan karya baru yang memiliki nilai guna.

Pengelola TBM Rumah Belajar Ilalang, Hasan, menyampaikan bahwa program Liburan di Ilalang merupakan komitmen TBM. Untuk menghadirkan ruang belajar alternatif yang aman, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan anak-anak kampung.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Kesadaran ekologis ditanamkan secara kontekstual. Tidak melalui ceramah, melainkan lewat praktik langsung yang menyenangkan dan mudah dipahami.

“Liburan sekolah sering kali membuat anak-anak kehilangan ruang belajar yang bermakna. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tetap menyenangkan, tetapi juga memberi pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” ujarnya Minggu (28/12).

Menurutnya, TBM tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bersama bagi anak-anak dan warga. 

Melalui kegiatan seperti ini, TBM Ilalang berupaya memperkuat budaya literasi yang tidak terlepas dari konteks sosial dan lingkungan sekitar.

“Literasi itu bukan hanya soal membaca teks. Tetapi juga membaca lingkungan, membaca situasi sosial, dan memahami alam,” imbuhnya.

Hasan juga menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara anak-anak, keluarga, dan komunitas kampung. Keterlibatan warga sekitar menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang belajar yang hidup dan berkelanjutan.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain. Utamanya menghadirkan kegiatan liburan yang mendidik, menyenangkan, dan membumi bagi anak-anak.

"Lewat memotret kampung, bermain bersama, dan mendaur ulang kertas, anak-anak belajar banyak hal tanpa merasa sedang belajar," pungkasnya.(fik)

Editor : Mahendra Aditya
#tbm #jepara #literasi