Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gudang Mebel Antikan di Ngabul Ngebul, Kerugian Mencapai Rp 2,3 Miliar. Begini Penampakannya

Fikri Thoharudin • Senin, 15 Desember 2025 | 20:42 WIB
AMBRUK: Kondisi atap gudang mebel antikan pasca-kejadian pada Senin (15/12).
AMBRUK: Kondisi atap gudang mebel antikan pasca-kejadian pada Senin (15/12).

JEPARA - Asap tipis masih membumbung rendah dari reruntuhan atap dan bangunan gudang mebel antikan di Desa Ngabul RT 2/RW 3, Kecamatan Tahunan, pada Senin (15/12) siang. 

Meskipun api telah berhasil dipadamkan, lebih dari 24 jam usai kejadian tersebut, tempat kejadian perkara masih menyisakan sedikit asap dari perkakas yang dilalap si Jago Merah.

Puing-puing seng dan rangka atap yang roboh ke arah dalam bangunan tampak menimbun sisa material mebel, menyisakan arang dari kayu yang terbakar masih menyengat di sekitar lokasi.

Gudang mebel dengan luas sekitar 1.500 meter persegi tersebut hangus terbakar dilalap si Jago Merah pada Minggu (14/12) malam.

Api melahap hampir seluruh isi gudang yang diketahui menyimpan berbagai produk mebel antikan, seperti gazebo hingga pernak-pernik berbahan kayu lainnya. 

Diketahui gudang tersebut milik Rufiati yang disewakan kepada salah seorang warga negara Belgia. Menurut informasi, sebelum disewa untuk gudang mebel, gudang tersebut sempat dimanfaatkan untuk proses produksi garmen.

Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, namun akibat kejadian itu, kerugian materi ditaksir mencapai Rp 2,3 miliar.

Pemilik Toko Kelontong Barokah yang berada tepat di depan lokasi kejadian mengaku terkejut saat peristiwa itu terjadi. 

Ia mengatakan, saat itu dirinya tengah terlelap tidur, sebelum akhirnya terbangun oleh kegaduhan di jalan menjelang dini hari.

“Tak kira ada orang kecelakaan, soalnya ada orang mberuh (banyak, red) di jalan. Ternyata kebakaran,” ungkapnya saat ditemui di warungnya, Senin (15/12). 

Dari depan tokonya, ia menyaksikan kobaran api yang semakin membesar dan menghanguskan gudang yang berada tepat di seberang jalan.

"Apinya itu besar dan tinggi, sampai di tangga-tangga," ujarnya sembari menunjuk atap bagian depan bangunan yang berlantai dua.

JADI TONTONAN: Warga dan anak-anak dari lingkungan sekitar penasaran kondisi gudang usai dilalap api sejak Minggu (14/12) malam.
JADI TONTONAN: Warga dan anak-anak dari lingkungan sekitar penasaran kondisi gudang usai dilalap api sejak Minggu (14/12) malam.

Kesaksian serupa juga disampaikan warga yang rumahnya berdampingan dengan gudang, hanya berjarak sekitar 10 meter dan dipisahkan oleh pelataran. 

Tembok samping bangunan gudang sendiri memiliki tinggi sekitar 8 meter. Roboh sebab tak kuasa menahan beban atap baja dan seng saat terjadi kebakaran.

Warga yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku tidak mengetahui awal mula kebakaran, lantaran peristiwa terjadi di saat waktunya beristirahat.

“Jam segitu ya istirahat. Tahu-tahu waktu keluar rumah api sudah besar,” ringkasnya. 

Ia bersyukur, kobaran api dan robohnya atap gudang tidak mengarah ke rumah warga, sehingga tidak merembet ke permukiman di sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, gudang tersebut merupakan gudang mebel milik CV L F yang digunakan untuk menyimpan berbagai produk jadi dan bahan baku. 

Banyaknya material kayu serta posisi bahan baku yang berada di bawah tumpukan seng membuat api cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman.

Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara Edi Marwoto, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 21.45 WIB.

Tim pemadam kebakaran langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 22.00.

“Objek yang terbakar ini gudang mebel dengan luas area terbakar sekitar 1.500 meter persegi. Api baru berhasil dipadamkan Senin (15/12) sekitar pukul 03.00,” jelasnya.

Dalam proses pemadaman, Damkar Jepara mengerahkan total tujuh unit armada, terdiri dari empat unit dari Mako Jepara, satu unit dari Pos Bangsri, satu unit dari Pos Kalinyamatan, serta satu unit bantuan dari PT ELS. 

Sementara itu, jumlah personel yang diterjunkan di lokasi diringkas sebanyak 16 anggota.

Edi menjelaskan, kendala utama dalam proses pemadaman adalah banyaknya barang di dalam gudang yang tertimbun runtuhan atap. 

Atap seng gudang roboh ke arah dalam, menimpa tumpukan mebel dan bahan baku, sehingga menyulitkan petugas dalam menjangkau titik api yang berada di bagian bawah.

“Barangnya banyak, tertimbun dengan atap gudang. Posisi bahan baku di bawah seng, jadi api tertutup runtuhan. Pengambilan air juga membutuhkan waktu karena harus mengisi beberapa tangki,” terangnya.

Meski demikian, petugas memastikan robohnya atap gudang tidak mengarah ke rumah warga di sekitar lokasi. 

Beban atap yang runtuh justru jatuh ke bagian dalam gudang, sehingga mencegah api dan material terbakar merembet ke permukiman.

Kendati demikian pihaknya belum dapat memastikan faktor yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran atas laporan dari Yulia Dewiayu Pamulyani, 36, warga Dukuh Gajihan, Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, tersebut.

Hingga saat ini, sumber api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Yang terpenting, kejadian sudah teratasi dan tidak ada korban jiwa,” tandasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#Ngabul #Damkar Baik #kebakaran #jepara #damkar #Damkar Sat Set #Gudang Mebel #miliaran #kerugian #rupiah #tahunan