JEPARA – Menjelang musim baratan, distribusi elpiji ke Kepulauan Karimunjawa terus dimaksimalkan selama cuaca masih cerah.
Koordinator Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jepara, Atet Budiono, memastikan bahwa hingga saat ini suplai elpiji ke wilayah kepulauan tersebut masih aman dan berjalan lancar.
Menurut Atet, pengiriman elpiji ke Karimunjawa masih dilakukan seperti biasa, sebab belum terdapat informasi terkait gelombang tinggi yang berpotensi menghambat distribusi.
Meski begitu, pihaknya tetap bersiap menghadapi kemungkinan perubahan cuaca saat memasuki puncak musim baratan yang diperkirakan mulai terjadi pada Januari.
“Untuk Karimunjawa, hari ini pengiriman normal. Belum ada info gelombang tinggi. Namun untuk mengantisipasi pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setiap ada celah cuaca bagus kami langsung maksimalkan pengiriman elpiji. Biasanya juga dibantu dengan sistem peminjaman tabung,” jelasnya Kamis (11/12).
Hiswana Migas Jepara rutin mengirim 2.000 tabung elpiji 3 kilogram setiap minggu menggunakan kapal PELRA.
Pengiriman biasa dilakukan setiap Rabu, namun jika cuaca memburuk dapat digeser hari Minggu ataupun Senin.
Bahkan pada hari libur, pihaknya tetap mengupayakan keberangkatan dengan skema pengurangan pasokan sementara untuk wilayah Jepara agar kebutuhan Karimunjawa tetap terpenuhi.
“Pengiriman ke Karimunjawa menjadi salah satu prioritas. Meskipun demikian, hotel dan restoran di sana pada umumnya menggunakan gas nonsubsidi,” tegas Atet.
Berdasarkan data dari Bagian Perekonomian Setda Jepara, ketersediaan energi pada akhir tahun ini masih berada pada level aman. Untuk LPG, kuota tahunannya mencapai 11.384.000 tabung dengan realisasi hingga Oktober 9.856.760 tabung dan menyisakan 1.527.240 tabung.
Sementara untuk solar, realisasi mencapai 53.409.516 liter dari kuota 67.767.000 liter. Adapun pertalite tersisa 24.945.009 liter dari total kuota 123.217.000 liter.
Dengan kondisi tersebut, Atet memastikan distribusi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak terkendala. “Semoga distribusi dan pasokan tetap aman menjelang Nataru,” ujarnya.
Menurutnya upaya penguatan distribusi ini menjadi langkah penting agar kebutuhan energi masyarakat Karimunjawa tetap terjamin, terutama selama memasuki musim cuaca ekstrem akhir tahun.(fik)
Editor : Mahendra Aditya