Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ratusan RSLH di Jepara Diperbaiki, Ini Dia Rinciannya: Kebijakan Bupati Witiarso Utomo Mulai Berbuah

M. Khoirul Anwar • Selasa, 9 Desember 2025 | 18:30 WIB

CEK: Peninjauan pembangunan rumah sederhana layak huni.
CEK: Peninjauan pembangunan rumah sederhana layak huni.

JEPARA – Ratusan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Jepara terus disentuh perbaikan. Ini dia rinciannya.

Program ini menjadi salah satu prioritas Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam mempercepat penanganan kemiskinan dan meningkatkan kualitas permukiman.

Menginjak penghujung 2025, Jepara kembali menerima Rp 2 miliar Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat.

Dana tersebut dialokasikan untuk 104 unit rumah warga berpenghasilan rendah.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jepara, Moh Eko Uddyono, menjelaskan bahwa aliran bantuan dari pusat, provinsi, dan daerah terus menjadi pengungkit utama dalam pengentasan RSLH di bawah kepemimpinan Bupati Witiarso.

Ini dia rinciannya:

• BSPS Pemerintah Pusat: 104 unit (stimulan Rp 20 juta per rumah)
• Banprov Jawa Tengah: 734 unit
• APBD Jepara 2025: 100 unit → realisasi 91 unit (karena sebagian calon penerima meninggal sebelum pelaksanaan)

Menurut Eko, bantuan BSPS tahun ini diberikan kepada warga yang telah lolos verifikasi kelayakan.

Setiap rumah menerima stimulan Rp 20 juta untuk perbaikan atau pembangunan rumah baru sesuai standar kesehatan dan keselamatan bangunan.

Meski hanya stimulan, nominal tersebut dinilai cukup menjadi pemicu swadaya masyarakat melalui gotong royong.

“Di belakang ini (RSLH di Desa Bawu, Batealit, Red) bantuan BSPS dari pemerintah pusat. Besinya juga besar-besar,” ujarnya saat meninjau lokasi perbaikan.

Melihat kebutuhan yang masih besar, Disperkim telah menyiapkan usulan lebih agresif untuk tahun depan, sejalan dengan arahan Bupati Witiarso dalam mempercepat penanganan RSLH.

Jepara menargetkan 2.000 unit BSPS dari pemerintah pusat, ditambah usulan ke provinsi. Dari APBD 2026, disiapkan minimal 50 unit.

“Kami berusaha mengusulkan lebih besar supaya pengentasan RSLH dapat segera dilakukan,” kata Eko.

Bupati Witiarso Utomo sebelumnya menegaskan bahwa penyediaan hunian layak merupakan salah satu fokus pembangunan Jepara.

Rumah sehat dan aman tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan warga.

Dengan sinergi pusat–provinsi–daerah, Pemkab Jepara berharap semakin banyak warga yang bisa menikmati rumah layak huni sebagai bagian dari visi jangka panjang penurunan kemiskinan dan peningkatan kualitas permukiman. (fik/war)

 

Editor : Ali Mustofa
#Bupati Jepara Witiarso Utomo #jepara #rumah #rslh #permukiman