JEPARA - Proses Penyelidikan kematian seorang pemuda di Dukuh Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, terus bergulir.
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengungkapkan bahwa kasus ini masih menyimpan banyak tanda yang membingungkan, sehingga polisi belum bisa memastikan apakah peristiwa tersebut merupakan pembunuhan ataupun sebaliknya, tindakan bunuh diri.
AKP Wildan menyebut bahwa dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka sayat di bagian leher dan pergelangan tangan, serta bekas sayatan di dada dan luka tusukan di bagian pelipis.
Temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan bersama Biddokkes Polda Jateng, sementara pemeriksaan bagian dalam melalui otopsi masih menunggu hasil lanjutan.
Menurutnya, di lokasi kejadian ditemukan dua pisau, satu berada di area belakang rumah dan satu lagi tertimpa berada di bawah tubuh korban.
Kedua pisau, satu berukuran kecil dan satu lebih besar, memiliki bercak darah dan kini sedang diteliti untuk memastikan keterkaitan dengan luka-luka yang ada di tubuh korban. Termasuk untuk mendeteksi sidik jari yang melekat pada barang bukti.
Polisi juga telah mengirim ponsel korban ke laboratorium forensik untuk dianalisis lebih jauh.
Wildan menegaskan bahwa penyidik masih mengumpulkan alat bukti secara utuh. Meski ada beberapa tanda yang mengarah pada kemungkinan bunuh diri, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Berdasarkan pemeriksaan awal masih membingungkan. Kami tetap mendalami apakah ini pembunuhan atau bunuh diri,” ujarnya Selasa (2/12).
Ia juga mengungkap bahwa korban dalam seminggu terakhir dilaporkan oleh lingkungan sekitar sering melamun dan tampak bingung.
Polisi memeriksa sejumlah orang dari lingkungan dan teman korban untuk menguatkan gambaran kondisi psikis korban sebelum meninggal.
Menurut informasi yang dikumpulkan wartawan, malam sebelum ditemukan tewas pada Minggu (30/11) pagi, korban mencoba meminta untuk meminjam motor dan pergi. Tapi karena tidak diizinkan, ia tidak jadi keluar rumah hingga peristiwa tersebut terjadi.
Meski begitu, Wildan menegaskan proses klarifikasi dengan keluarga berjalan hati-hati karena pihak keluarga masih dalam masa suasana berkabung dan baru menyatakan siap memberikan keterangan Selasa (2/12).
“Keluarga sebelumnya minta waktu berduka, dan kami tidak bisa memaksakan. Pemeriksaan tetap berjalan, tapi bertahap,” ucapnya.
Polisi juga telah meminta bantuan tim Inafis Polda Jateng untuk memperkuat pemeriksaan di TKP.
Semua temuan, mulai dari kondisi luka, keberadaan pisau, riwayat komunikasi terakhir korban, hingga kesaksian warga, sedang dirangkai untuk memastikan apakah kejadian yang menggemparkan warga pada Minggu pagi itu merupakan tindak kriminal atau tindakan bunuh diri.
Wildan menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka.
“Kami masih penyelidikan penuh. Apakah pembunuhan atau bunuh diri, semuanya tetap kami gali,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya