Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Taman Wisata Sumendung, Pesona Baru Bangsri yang Bangkit dari Situs Bersejarah

M. Khoirul Anwar • Selasa, 25 November 2025 | 18:01 WIB
RAMAI: Suasana wisata alam baru di Bangsri.
RAMAI: Suasana wisata alam baru di Bangsri.

JEPARA – Aroma tanah basah dan desir angin dari rimbunnya pepohonan tua menyambut setiap langkah pengunjung yang memasuki kawasan Sumendung, Desa Bangsri, Minggu (23/11) pagi.

Di antara gemericik air kolam dan riuh tawa anak-anak yang sibuk memancing lele, satu per satu warga mulai memenuhi area berundak yang tersusun dari batu-batu alam.

Suasana sederhana, akrab, sekaligus hangat—seakan menegaskan bahwa hari itu bukan hari biasa.

Sumendung, yang sejak lama dikenal sebagai situs bersejarah, resmi bertransformasi menjadi Taman Wisata Sumendung, destinasi baru yang kini menjadi kebanggaan warga Bangsri.

Tak ada wahana megah atau gemerlap ala taman hiburan modern. Namun, justru kesederhanaan dan keaslahan alam itulah yang menjadi daya tarik utamanya.

Dari Situs Bersejarah Menjadi Ruang Rekreasi

Kepala Desa Bangsri, Sunaryo, tak bisa menyembunyikan antusiasmenya.

Baginya, perubahan Sumendung adalah langkah nyata desa dalam menjawab ajakan Bupati Jepara untuk mengoptimalkan aset desa menjadi sumber kegiatan ekonomi baru.

“Launching Taman Wisata Sumendung ini sesuai program Bupati Jepara yang mendorong setiap kecamatan memiliki desa dengan tempat wisata berbasis pemberdayaan aset desa. Dan InsyaAllah akan disupport APBD Kabupaten pada 2026,” ujarnya.

Fokus awal pengembangan kawasan ini adalah kolam pemancingan lele—aktivitas sederhana yang belakangan justru kembali populer di masyarakat urban.

Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk memancing, tetapi untuk menikmati suasana adem di bawah rindangnya beringin besar yang sudah puluhan tahun berdiri.

Diresmikan dengan Menebar Pakan Ikan

Di antara kerumunan warga, tampak pula anggota DPR RI, Hindun Anisah.

Dengan kerudung pastel dan senyumnya yang hangat, ia turun langsung ke bibir kolam, menebar pakan ikan sebagai simbol peresmian.

“Saya sangat mendukung hadirnya Taman Wisata Sumendung. Semoga berkembang menjadi wahana wisata yang digandrungi masyarakat Jepara,” tutur Hindun.

Tak hanya berhenti pada seremoni, ia bahkan menjanjikan bantuan bibit ikan untuk pengembangan kolam pemancingan agar kegiatan wisata semakin hidup dan berkelanjutan.

Harapan untuk UMKM Lokal

Bagian lain yang tak kalah penting dari pengembangan Sumendung adalah keberadaan UMKM.

Di sudut-sudut area wisata, tampak pedagang kecil menjajakan jajanan tradisional—dari cilok, gorengan, hingga es serut yang menjadi favorit anak-anak.

Hindun berharap geliat ekonomi ini dapat menjadi awal bagi UMKM Bangsri untuk naik kelas.

“Semoga UMKM di Desa Bangsri lebih maju dan omsetnya meningkat,” ujarnya.

Wisata Alam dengan Cita Rasa Edukasi

Meski baru diresmikan, Taman Wisata Sumendung diproyeksikan menjadi ruang rekreasi sekaligus edukasi keluarga.

Kolam pemancingan, pepohonan besar, area duduk berundak, hingga suasana alam khas pedesaan menjadi paket lengkap bagi mereka yang ingin melepas penat tanpa harus pergi jauh ke pusat kota.

Bagi warga Bangsri, Sumendung bukan hanya tempat wisata—melainkan ruang kebersamaan.

Tempat untuk berbagi tawa, menikmati udara segar, dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Wisata yang lahir dari desa, tumbuh untuk desa, namun siap menyapa siapa pun yang datang berkunjung.

 

Editor : Ali Mustofa
#dpr ri #wisata #jepara #bangsri #hidden