Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Unik, SMPN 6 Jepara Gelar Pilketos dengan E-Voting, Wujud Kepemimpinan di Era Digital yang Adaptif

Fikri Thoharudin • Sabtu, 22 November 2025 | 15:08 WIB
SMART: Sejumlah siswa tengah menyalurkan hak suaranya pada Pilketos di SMPN 6 Jepara.
SMART: Sejumlah siswa tengah menyalurkan hak suaranya pada Pilketos di SMPN 6 Jepara.

JEPARA - Aksi kampanye lingkungan dan praktik literasi digital dilakukan oleh para siswa di SMPN 6 Jepara. 

Mereka melakukan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) dengan memanfaatkan teknologi secara e-voting.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 6 Jepara Siti Rosiyanah menyampaikan bahwa globalisasi dan kemajuan teknologi telah mengubah hampir setiap aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan iklim organisasi siswa. 

Oleh karenanya diinisiasi proses Pilketos yang ramah lingkungan tersebut, dengan mengurangi kertas, dan memanfaatkan sejumlah platform digital.

Menurutnya saat ini manusia moderen dituntut untuk terus beradaptasi dan mengambil langkah efisiensi, dalam hal ini dipraktikkan model transformasi kepemimpinan yang sesuai dengan tantangan zaman.

SMP Negeri 6 Jepara telah mengambil langkah progresif dan visioner dengan mengadopsi konsep techno leadership melalui digitalisasi Pilketos.

Siti Rosiyanah juga menyebutkan bahwa hal ini bukan hanya sekadar pergantian pemimpin, tetapi sebuah deklarasi bahwa sekolah siap mencetak pemimpin masa depan yang menguasai literasi digital dan inovatif. 

Keberhasilan proyek ini tak ubahnya merupakan buah dari kolaborasi solid antara bidang kesiswaan, OSIS dan tim kokurikuler, yang bertanggung jawab atas perancangan dan implementasi teknis sistem.

"Implementasi Pilketos secara digital ini menggantikan proses pencoblosan kertas yang tradisional. Ini menjadi wujud nyata dari konsep techno leadership, di mana teknologi digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan partisipasi dalam proses demokrasi sekolah," sebutnya.

Lebih lanjut disebutkan, bahwa langkah SMP N 6 Jepara untuk "OSIS Go Digital" bukan tanpa alasan. Terdapat sejumlah hal yang menjadi pendorong.

Pertama, efisiensi dan akurasi. Proses penghitungan suara manual rawan kesalahan dan memakan waktu lama.

Dengan sistem digital, hasil suara dapat dihitung secara instan dan akurat segera setelah pemungutan suara ditutup, menghilangkan keraguan akan manipulasi data.

Kedua, pendidikan demokrasi modern. Pilketos digital mengajarkan siswa tentang proses pemilihan yang relevan dengan konteks nasional dan global, di mana penggunaan teknologi informasi dalam pemilu sudah umum.

Ini memberikan pengalaman berharga tentang digitalisasi dalam kehidupan publik.

Ketiga, Mendorong Inovasi dan Kepercayaan Diri. Keputusan menggunakan laptop dan bilik suara digital mencerminkan keberanian sekolah untuk berinovasi dan memanfaatkan fasilitas yang ada, sekaligus meningkatkan citra OSIS sebagai organisasi yang modern dan adaptif.

Ketua Kokurikuler, M Nailul Harish menyampaikan, pelaksanaan Pilketos digital ini berlangsung sukses pada Kamis (20/11). 

Persiapan matang menjadi kunci kelancaran acara tersebut, yang dikoordinasi secara intensif oleh bidang kesiswaan bersama OSIS dan tim ahli teknologi dari Kokurikuler.

Pihaknya juga menyampaikan proses pemilihan ini diselenggarakan di lingkungan SMP N 6 Jepara, dengan memanfaatkan bilik- bilik suara yang telah disediakan laptop. 

Tiga bilik pencoblosan disediakan untuk menampung seluruh pemilih. Hal ini disesuaikan dengan total pemilih untuk memastikan antrean tidak terlalu panjang namun tetap memadai.

"Jumlah total peserta yang memiliki hak suara 820 siswa. Dari jumlah tersebut, tercatat 750 siswa yang datang dan memberikan suaranya, menunjukkan tingkat partisipasi yang sangat tinggi, yakni sekitar 91.4 persen. Tingginya partisipasi ini menunjukkan antusiasme siswa terhadap metode pemilihan baru yang menarik dan efisien," sambungnya.

Dijelaskan, setiap siswa yang masuk ke bilik suara akan diverifikasi identitasnya, kemudian diarahkan untuk menggunakan laptop yang telah terinstal sistem pemungutan suara digital. 

"Siswa hanya perlu menyentuh atau nge-klik foto dan nomor Pasangan Calon (Paslon) pilihannya, lalu menekan tombol konfirmasi. Setelah memilih, suara langsung tercatat dalam database sistem. Proses ini memastikan kerahasiaan suara tetap terjaga sambil memberikan pengalaman memilih yang cepat dan terukur," katanya.

Kemudian, usai proses pemungutan suara selesai, hasilnya langsung dapat dilihat. Ditinjau dari hasil perolehan suara yang mencerminkan pilihan demokratis siswa.

Paslon 1 Ahmad Fahri Dwi Aryanto dan Hanny Agustin Ramadhania Safitri meraih 162 Suara. Kemudian Paslon 2 Sherly Klara Aprilia dan Muhammad Satria mendapatkan 115 Suara.

Lalu Paslon 3 Adnan Deni Purwanto dan Esther Kurniawati Kuncoro meraih 407 Suara. Serta Paslon 4 Cindy Oktavia dan Kurnia Mega Pratama hanya memperokeh 66 Suara.

Berdasarkan data tersebut, Paslon 3 meraih kemenangan telak dengan perolehan suara mayoritas, yaitu 407 suara dari 750 suara sah.

Kemenangan ini memberikan mandat kepemimpinan yang kuat bagi Paslon 3.

Dengan serangkaian proses Pilketos ini siswa mendapatkan pengalaman berdemokrasi yang otentik dan canggih.

Sementara OSIS yang baru terpilih di bawah kepemimpinan Paslon 3 mengemban tugas untuk melanjutkan semangat digitalisasi dalam program kerja mereka. 

Pilketos Digital 2025 di SMP N 6 Jepara terlihat lebih dari sekadar proses pemilihan. Melainkan momentum historis yang menandai dimulainya era techno leadership

Di samping itu, inisiatif tersebut membuktikan bahwa lembaga pendidikan tingkat menengah pertama mampu beradaptasi cepat terhadap tuntutan zaman, berkat kolaborasi erat antara kesiswaan, OSIS, dan tim kokurikuler. 

Guru SMPN 6 Jepara sebagai salah satu pengembang aplikasi digital dan penggagas e-voting, Okky Indera Satria, menyampaikan bahwa di satu sisi proses Pilketos tersebut juga memang menjadi bagian dari upaya kampanye lingkungan.

"Pemilihan Ketua OSIS secara digital (e-voting) ini bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang memperkenalkan dan mempraktikkan demokrasi di era digital. Ini adalah langkah maju sekolah kami dalam membentuk siswa yang melek teknologi dan bertanggung jawab sebagai warga negara masa depan," sambungnya.

Keterlibatan aktif 750 siswa, ditambah dengan penggunaan fasilitas modern seperti laptop di bilik suara, menegaskan bahwa OSIS SMP N 6 Jepara kini benar-benar telah "Go Digital.

Diharapkan, kepemimpinan Paslon terpilih akan mampu meneruskan estafet inovasi ini.

"Menjadikan OSIS sebagai motor penggerak digitalisasi sekolah dan mencetak generasi muda yang siap menjadi pemimpin andal di masa depan yang serba digital," pungkasnya.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#lingkungan #jepara #negeri #smp #osis #Pilketos #Digital