Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kesaksian Orang Dekat hingga Tetangga ART yang Meninggal di Rumah Majikan, Sempat Berkirim Pesan pada Orang Terdekat

Fikri Thoharudin • Kamis, 13 November 2025 | 22:53 WIB
SEPI: Kondisi rumah mendiang di Desa Kerso RT 5/RW 1, Kecamatan Kedung, Jepara pada Kamis (13/11) siang.
SEPI: Kondisi rumah mendiang di Desa Kerso RT 5/RW 1, Kecamatan Kedung, Jepara pada Kamis (13/11) siang.

JEPARA - Kematian Khoiriyah (54), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung, yang ditemukan meninggal dunia di rumah majikannya di Desa Ngasem, Kecamatan Batealit, pada Sabtu (8/11) lalu masih menyisakan misteri.

Sejumlah keterangan dari orang-orang dekat almarhumah menunjukkan indikasi adanya masalah ekonomi dan ketidakberdayaan akan keadaan.

Salah satunya datang dari Nurasinta, rekan korban yang selama ini berhubungan dalam urusan sewa kios. 

Ia mengaku sempat menerima pesan WhatsApp dari almarhumah pada Jumat (7/11) sore, atau sehari sebelum korban ditemukan meninggal dunia Sabtu (8/11) pagi.

“Pesannya cuma ‘Bun’ dan emot menangis saja. Saya sempat balas, tapi tidak ada jawaban lagi. Paginya saya diminta pihak RT untuk tutup toko karena yang bersangkutan meninggal, saya tidak percaya wong sebelumnya saya sempat dikirimi pesan," sebutnya pada Kamis (13/11).

Beberapa hari sebelumnya, Khoiriyah juga sempat meminta tolong lewat pesan tertulis di WhatsApp kepada Nurasinta untuk meminjam uang Rp 1 juta.

Namun, waktu itu Nurasinta juga belum dapat banyak membantu karena uangnya masih digunakan untuk kebutuhan pribadi dan kios. 

Sebelumnya pihaknya juga mengaku telah membayar lunas uang sewa kios di depan rumah mendiang selama 10 tahun seharga Rp 16 juta.

“Itu sudah saya bayar sebelum almarhumah kerja di Ngasem. Saya juga melakukan renovasi sendiri terhadap kios ini,” katanya.

Kesaksian lain datang dari seorang pedagang yang menjalankan usaha di sekitar rumah almarhumah di Desa Kerso. 

Ia mengaku sempat melihat almarhumah pulang ke rumah setidaknya tiga kali belakangan terakhir.

"Yang terakhir itu Kamis lalu, Ibu (almarhumah Khoiriyah, Red) pulang diantar orang bertato untuk ambil baju. Termasuk untuk ambil bantuan di Balai Desa," katanya.

Saat itu, pihaknya tak begitu menaruh kecurigaan. Pasalnya almarhumah menyampaikan Jumat (7/11) akan segera pulang kembali ke rumah.

Kendati demikian, yang menjadi keheranannya, seketika pulang ke rumah mendiang selalu diantar jemput oleh pria bertato dan bertindik.

“Orangnya (almarhumah, Red) asik, ramah. Waktu pergi sambil dada (melambaikan tangan, Red) tapi Sabtu saya dapat kabar beliau meninggal,” ujarnya.

Keterangan lain disampaikan warga Desa Kerso, yang masih satu RT dengan almarhumah. 

Ia mengaku mendengar kabar bahwa korban sempat terlibat masalah sewa menyewa motor dengan seseorang yang diketahui kemudian menjadi majikannya.

“Pernah kejadian malam-malam sekitar pukul 21.00, almarhumah didatangi beberapa orang menggunakan mobil dan sempat mau dibawa, tapi saya larang, akhirnya tidak jadi. Tapi kemudian saat kerja sebagai ART di Ngasem itu, kami tidak tahu saat dibawa,” sebutnya.

Adapun dugaan utang piutang yang dialami almarhumah disebut-sebut mengenai urusan sewa menyewa motor. 

Katanya, almarhumah sempat meminjam motor selama empat bulan tapi belum dibayar. Dengan biaya perhari sekitar Rp 50 ribu.

Motor yang dimaksud disebut Honda Vario, yang kabarnya digadaikan dengan nilai sekitar Rp2 juta. Belakangan, motor itu juga tidai diketahui keberadaannya.

“Sebelum meninggal, almarhumah sempat telepon seseorang dan bilang kalau dia nggak kuat karena dua hari tidak dikasih makan,” ucapnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jepara AKP M. Faizal Wildan Umar Rela menyatakan pihaknya telah mendalami seluruh keterangan saksi. Hingga dilakukan ekshumasi pada Kamis (13/11) pagi-siang.

Pihaknya menegaskan, hasil pemeriksaan forensik akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian Khoiriyah, yang kini tengah menjadi perhatian publik di Jepara.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#majikan #jepara #art #meninggal #misteri #ekshumasi