Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Siapkan Pameran Tatah 2026, Tampilkan Karya Para Maestro dengan Corak Lintas Zaman Klasik hingga Kontemporer

Fikri Thoharudin • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:38 WIB
AUDIENSI: DPD HIMKI melakukan audiensi persiapan pameran Tatah pada 2026 mendatang bersama dengan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moedijat pada Jumat (17/10).
AUDIENSI: DPD HIMKI melakukan audiensi persiapan pameran Tatah pada 2026 mendatang bersama dengan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moedijat pada Jumat (17/10).

JEPARA - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Pemerintah Kabupaten Jepara dan para seniman tengah mempersiapkan gelaran Pameran Seni Ukir Jepara 'TATAH"

Pameran ini rencananya akan digelar di Galeri Nasional Jakarta pada 17 April hingga 17 Mei 2026 mendatang.

Persiapan kegiatan tersebut diawali dengan audiensi di Yayasan Dharma Bhakti Lestari, Jumat (17/10) sore, bersama Pemkab Jepara, serta sejumlah pihak terkait, termasuk Wakil Ketua MPR RI Lestari Moedijat.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat branding seni ukir Jepara di kancah nasional hingga level internasional.

"Dengan keikutsertaan di pameran besar, posisi kita di kancah nasional maupun global akan makin dominan. Seni ukir Jepara bukan hanya tradisi, tapi juga punya nilai ekonomi tinggi," jelas salah satu panitia Tatah, Veronica Rompies.

Trilogi “Harta, Tahta, dan Pusaka”

Pameran TATAH 2026 akan menjadi bagian pertama dari trilogi pameran tiga tahun berturut-turut (2026–2028) dengan tajuk besar “Harta, Tahta, dan Pusaka.”

Konsep ini menggambarkan filosofi mendalam tentang perjalanan dan posisi pengukir Jepara.

Menurut Veronica, tema 'Harta' merepresentasikan warisan leluhur yang terwujud melalui keahlian mengukir dan ragam hias Jepara yang kaya.

sebagaimana dapat dilihat pada ornamen bersejarah seperti yang terdapat di Masjid Mantingan.

Tahap 'Tahta' akan diinterpretasikan oleh para kurator sebagai simbol penghargaan terhadap martabat pengukir Jepara yang selama ini kerap dianggap hanya sebagai “tukang”.

Pameran ini diharapkan mampu mengglorifikasi kembali peran pengukir sebagai seniman sejati dan pewaris budaya bangsa.

Sementara 'Pusaka' menjadi penegasan bahwa seluruh karya dan tradisi ukir Jepara merupakan warisan berharga yang harus dijaga bersama, bukan hanya milik Jepara, melainkan juga milik Indonesia.

Veronica menerangkan, seluruh karya yang akan ditampilkan merupakan hasil baru yang belum pernah ditampilkan sebelumnya di pasaran.

Pameran ini akan mengusung corak lintas zaman, menampilkan gaya klasik hingga sentuhan kontemporer.

“Desain semua baru. Ornamennya juga baru karena ternyata Jepara ini kaya sekali akan ragam hias. Kami ingin menghadirkan pembaruan-pembaruan agar ukiran Jepara tidak berhenti pada satu motif,” ujarnya.

Untuk kurasi, panitia menggandeng kurator dari Yogyakarta yang akan menyeleksi sekitar lima hingga enam seniman terpilih.

Seluruh karya akan dikurasi dengan fokus pada keaslian ide, kekuatan karakter visual, dan nilai filosofis.

Lebih dari sekadar pameran, TATAH 2026 diharapkan menjadi pemantik kebangkitan seni ukir Jepara, menghadirkan kembali keanggunan dan nilai luhur karya para maestro.

Melalui kolaborasi antara seniman, pengukir, dan industri, acara ini akan menampilkan desain-desain baru yang filosofis dan kreatif, tanpa kehilangan akar lokalnya.

“Jepara memiliki banyak maestro. Dari sini kami ingin menunjukkan bahwa para pengukir adalah pencipta dan pemilik DNA seni warisan leluhur. TATAH akan menjadi ruang kebangkitan itu,” tegasnya 

Dalam kesempatan audiensi, panitia juga menyampaikan konsep pameran kepada Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie).

Menurut Veronica, Lestari Moedijat memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pameran TATAH.

“Beliau sangat mendukung. Ibu Rerie juga meminta kepada kami menyiapkan listing dan timeline kegiatan secara detail,” ujarnya.

Rerie pun menilai, pameran seperti TATAH merupakan langkah penting dalam melestarikan dan mempromosikan seni ukir Jepara ke tingkat nasional dan internasional.

Ia juga mendorong agar kegiatan ini melibatkan komunitas lokal dalam pengembangannya, terutama untuk kesinambungan pasca-event.(fik)

Editor : Ali Mustofa
#ornamen #jepara #pameran #HIMKI #galeri nasional #ukir