JEPARA - Pihak Kepolisian berhasil mengungkap pembunuhan misterius yang terjadi belum lama ini.
Pelaku berhasil diringkus saat sedang bekerja di salah satu pabrik di kawasan Kalinyamatan.
Sebelumnya diberitakan, Warga Desa Buaran RT 12/RW 4 Kecamatan Mayong, Diyana, 48, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar pada Kamis (14/8).
Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Faizal Wildan Umar Rela menyampaikan bahwa kesimpulan bahwa Diyana, warga Perum Indo Mayong Regency, merupakan korban pembunuhan didasarkan atas hasil autopsi yang telah dilakukan di RSUD RA Kartini Jepara.
AKP Wildan menyampaikan bahwa, pada saat ditemukan, di tubuh korban ditemukan banyak luka.
Disebutkan, beberapa luka seperti memar pada wajah, kepala, leher, dada, perut, serta area persendian.
Termasuk didapati luka lecet pada leher. Korban diketahui merupakan seorang janda.
Korban juga ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tengkurap di dalam kamar yang tertutup.
Di samping itu, pihaknya mengatakan, didapati juga resapan darah di kulit kepala bagian dalam, otot dada dan otot leher.
Dari hasil autopsi juga terungkap, terdapat tanda mati karena lemas serta proses pembusukan.
Tidak hanya itu, juga ada bekas sejenis cakaran (gesekan kulit) yang menempel di dalam kuku.
Tanda-tanda iti mengarah pada pembunuhan dengan cara kekerasan menggunakan benda tumpul.
Kematianya diduga dengan dibekap dan leher yang dicekik, sehingga mengakibatkan kematian.
Satreskrim Polres Jepara berhasil mengungkap identitas pelaku setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.
Dalam proses ungkap kasus ini, polisi menggunakan langkah Scientific Crime Investigation (SCI).
"Kami menggunakan Scientific Crime Investigation (SCI), setelah itu melakukan identifikasi dan berhasil melakukan profiling tersangka," ujarnya.
Hingga kemudian, tersangka berhasil diamankan di sebuah pabrik di daerah Kalinyamatan saat sedang bekerja.
Diketahui, pembunuhan disertai dengan perampasan tersebut dilakukan oleh warga Desa Buaran RT 5/RW 1 Kecamatan Mayong, Muhammad Said Abdillah.
Pelaku didapati usai kalah bermain slot (judi online, Red). Dia kalah taruhan slot, sejumlah Rp 1 juta.
Lalu pria 25 tahun tersebut booking perempuan paruh baya.
Setelah disetubuhi, ia tega membunuh serta mengambil barang-barang berharga milik korban.
Kronologi secara jelas pun berhasil diketahui. Mulanya pada Senin (11/8) sekitar pukul 21.30 pelaku tiba di rumah korban.
Ia datang dengan diantar layanan ojek online (ojol).
Sebelumnya mereka berdua telah membuat janji bertemu untuk open booking online (Open BO), dengan tarif Rp 400 ribu.
Saat datang pelaku membawa minuman beralkohol dan rokok. Saat itu, mereka berada di kamar belakang milik korban untuk menikmati barang bawaan Said.
Tapi kemudian pindah ke kamar depan karena kamar belakang bocor saat hujan turun.
Lalu sekitar pukul 23.45, pelaku dan korban melakukan hubungan badan layaknya suami istri.
Baru kemudian, pada Selasa (12/8) pukul 01.30 korban tak kunjung tidur, malah menggerutu sakit gigi.
Di satu sisi, pelaku menunggu korban agar segera tidur agar dapat langsung melarikan diri tanpa membayar nominal Open BO yang telah disepakati di awal.
Merasa kesal, karena korban tak juga terlelap, pelaku kemudian berpura-pura mendekati korban dan memanjakannya dengan mengurai rambut.
Pada saat itu, spontan, pelaku malah menyikut leher korban. Sejurus dengan itu, memiting leher selama 2-3 menit.
Setelah korban lemas, pelaku juga mencekik leher hingga meninggal dunia.
"Tak sampai di situ, pelaku juga membawa kabur HP, sepeda motor beserta STNK, gelang kaki serta kalung milik korban," ungkapnya Senin (25/8).
Sebelum pergi meninggalkan korban, pelaku juga sempat membersihkan lantai yang bocor akibat atap yang bocor saat turun hujan.
Termasuk memakaikan pakaian terhadap korban dan membaringkannya dalam keadaan tengkurap di atas kasur.
Setelah itu, pelaku juga mengunci pintu kamar dari luar. Hingga pada pukul 02.45, pelaku membawa barang rampasan dan menyimpannya di jok motor Honda Beat Street milik korban.
"Korban juga sempat menjual motor di Kudus, dan membuang barang bukti yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Termasuk baju tersangka dan KTP milik korban," ungkapnya AKP Wildan.
Sebelumnya, tersangka telah saling mengenal. Open BO yang berujung terenggutnya nyawa Diyana tersebut merupakan kali kedua setelah Open BO pada bulan Januari lalu.
Dalam keterangannya saat konferensi pers, pelaku mengaku bersalah dan meminta maaf kepada pihak keluarga.
"Sangat menyesal, untuk pihak keluarga yang ditinggalkan saya mohon beribu maaf atas perbuatan saya," ujarnya.
Pria yang bekerja di pabrik tersebut, mengaku sebelumnya sudah kepikiran tidak akan membayar saat Open BO keduanya tersebut.
Apalagi setelah Open BO pertamanya, di mana paras wanita bookingan dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi.
"Awalnya saya di chat, setiap hari di chat tapi saya hiraukan. Tapi waktu malam itu saya kalah (slot, Red) jadinya saya berangkat ke rumah korban. Saya jarang Open BO," ucapnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa