JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara serahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) senilai Rp 1,1 miliar terhadap 17 kelompok tani (Poktan). Hal itu ditujukan untuk gas pol meningkatkan produktivitas tanam dan panen.
Selain itu juga diinisiasi Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA). Penyerahan Alsintan dilakukan langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) pada Rabu (2/7).
Bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia tersebut di antaranya terdiri dari 13 unit traktor roda dua, 2 unit traktor roda empat, 1 unit pompa air, dan 1 unit combine harvester.
Bupati menyampaikan, penyerahan tersebut merupakan amanat dari pemerintah pusat sebagai dukunhan nyata dalam mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Termasuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Jepara.
Kini, Jepara memiliki luas baku sawah mencapai 25.640 hektare, dan sebanyak 58.064 petani telah terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
Sepanjang tahun 2024, produksi padi mencapai 265.325 ton gabah kering giling (GKG), meningkat dari tahun yang hanya 242.533 ton.
"Dengan ini ditujukan untuk dapat meningkatkan produktivitas tanam, gas pol. Kami akan memperkuat dengan ketersediaan pupuk, Kalau ada yang masih kosong akan kami bantu memberikan pupuk subsidi tapi yang organik," katanya.
Pihaknya ingin, di Jepara tidak ada lagi kelangkaan pupuk dan produktivitas lahan meningkat. Digadang-gadang dapat naik setidaknya 1 ton dalam sekali panen.
"Sekarang yang 5 ton harapannya jadi
6 ton. Dengan pupuk dan teknologi, ini perlu dorongan. Termasuk perlunya penelitian mengenai kesuburan tanah, sawah dan lahan tidak akan tambah luas jadi kita harus maksimalkan," sebutnya.
Meski begitu, Bupati mengingatkan bahwa penggunaan alat ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
"Mohon kepada para penerima untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkan alat ini sebaik mungkin. Jangan hanya untuk kelompoknya saja, tapi juga untuk kemanfaatan masyarakat sekitar," pesannya.(Fikri Thoharudin)
Editor : Mahendra Aditya