Harga Minyak Dunia Tembus US$81 per Barel, Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas

Jakarta – Harga minyak dunia bergerak menguat pada awal perdagangan pekan ini setelah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Pasar merespons perkembangan terbaru terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran yang kembali mengalami ketegangan.
Minyak mentah Brent tercatat naik hingga menembus level US$81 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mencatat kenaikan signifikan.
Penguatan harga terjadi di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi dari kawasan Teluk.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar adalah melambatnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik penting pengiriman minyak dunia.
Situasi tersebut muncul setelah Iran kembali menunjukkan sikap keras terkait proses negosiasi dengan Amerika Serikat.
Perundingan yang berlangsung pada akhir pekan dilaporkan belum menghasilkan kemajuan berarti.
Ketegangan semakin meningkat setelah muncul pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan melanjutkan tekanan militer terhadap Iran.
Menanggapi kondisi tersebut, delegasi Iran dikabarkan meninggalkan forum pembicaraan sebelum tercapai kesepakatan baru.
Analis energi menilai ketidakpastian mengenai masa depan Selat Hormuz menjadi faktor yang mendorong kenaikan harga minyak.



