Bila terealisasi, pameran tersebut akan digelar di Jakarta akhir tahun ini.
Tujuannya, diharapkan lewat kegiatan tersebut nantinya bisa meningkatkan pamor ukir di kancah nasional maupun internasional.
Sekaligus untuk merealisasikan tagline Jepara The World Carving Center, atau Jepara sebagai pusat ukir dunia.
Rencana tersebut dikemukakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza kemarin.
Nantinya, produk yang akan ditam pilkan akan lebih menonjolkan kreasi ukir.
”AKhir tahun kami merencanakan pame ran tunggal. Pameran tunggal itu dalam artian Jepara yang mengadakan pameran sendirian. Kami membawa beberapa pelaku usaha mebel ke Jakarta, melakukan pameran di sana. Pengunjungnya by invititation. Dan akan cenderung ke ukirnya,” paparnya.
Menurutnya, nantinya dengan kehadiran pameran itu diharapkan seni ukir di Jepara tak hanya dinilai sebagai sebuah produk mebel. Namun juga memiliki nilai seni.
Dengan begitu, nilai jualnya akan bertambah.
Jakarta dipilih lantaran menurut Zamroni saat ini Jakarta masih jadi pusat perekonomian di Indonesia.
”Selama ini pameran-pameran yang digelar di Jakarta juga pengunjungnya lebih banyak. Saat ini sedang menyiapkan. Mulai siapkan alternatife tempat yang strategis,” imbuh Zamroni.
Nantinya, karya ukir yang ditampilkan pun akan lebih selektif.
Sehingga, sebelum ditampilkan dalam pameran tunggal tersebut, akan terlebih dahulu dikurasi oleh curator.
Zamroni menegaskan, berpartisipasi dalam pameran skala nasional maupun internasional itu jadi salah satu upaya dalam meningkatkan pangsa pasar produk ukir dan mebel di Kabupaten Jepara. (Moh Nur Syahri Muharrom)
Editor : Ali Mustofa