Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kirab Hwee Tian sebagai Tolak Balak, Ribuan Umat Tionghoa Padati Kelenteng Hok Tek Bio Welahan Jepara

Fikri Thoharudin • Senin, 5 Mei 2025 | 23:21 WIB
MERIAH: Prosesi pelaksanaan kirab di Kelenteng Hok Tik Bio Welahan menuju Kelenteng Hian Thian Siang Tee pada Minggu (4/5).
MERIAH: Prosesi pelaksanaan kirab di Kelenteng Hok Tik Bio Welahan menuju Kelenteng Hian Thian Siang Tee pada Minggu (4/5).

 

JEPARA – Suasana penuh kekhidmatan dan semangat kepercayaan menyelimuti Kelenteng Hok Tek Bio, Welahan, Jepara, saat ratusan umat Tionghoa dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul untuk mengikuti prosesi keagamaan penting yang digelar pada Minggu (4/5).

Acara tersebut merupakan bagian dari tradisi kirab Hwee Tian, sebuah perayaan sakral yang bertujuan untuk mengantarkan kembali para dewa ke tempat asalnya, khususnya Dewa Pengobatan, yang dalam budaya Tionghoa dikenal sebagai Kongco Hian Thian Siang Tee.

Ketua Yayasan Pusaka Kelenteng Welahan, Dicky Sugandhi, menjelaskan bahwa kirab dimulai dari Kelenteng Hok Tek Bio dan berakhir di Kelenteng Hian Thian Siang Tee yang masih berada dalam kawasan Welahan.

Menurutnya, selain memiliki makna spiritual, kirab ini juga dipercaya sebagai bentuk ritual penolak bala.

"Sepanjang jalur kirab, kami memanjatkan doa agar wilayah yang dilalui dijauhkan dari bencana, musibah, dan marabahaya," ungkap Dicky.

Acara keagamaan ini bukan hanya diikuti oleh warga lokal, namun juga dihadiri umat dari berbagai kota besar seperti Kudus, Semarang, Wonosobo, Probolinggo, hingga Jakarta. Mereka datang dengan semangat kebersamaan dan pengabdian terhadap ajaran leluhur.

Menurut Dicky, kirab tersebut juga digelar sebagai bentuk penghormatan atas hari lahir Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee, yang dikenal sebagai pelindung kesehatan dan dewa penyembuhan dalam tradisi Tionghoa.

Prosesi dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, didahului dengan pertunjukan seni tradisional pada pukul 10.00, dan dilanjutkan dengan sembahyang bersama pada pukul 11.00.

Sejumlah pemuda dari Semarang yang tergabung dalam kelompok liong dan barongsai turut berpartisipasi untuk menyemarakkan jalannya acara.

“Para pemuda ini adalah bagian dari upaya kami menjaga warisan budaya. Dengan menampilkan atraksi liong dan barongsai, suasana menjadi lebih hidup sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi Tionghoa,” terang Dicky.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kirab ini tetap menjadi momen yang dinanti masyarakat. Setelah ibadah bersama selesai, arak-arakan dimulai menyusuri kawasan Pecinan di Welahan sejauh sekitar tiga kilometer.

Warga terlihat berjejer di depan rumah dan gang-gang pasar, menyambut para peserta kirab dengan penuh antusiasme.

Rute kirab yang membelah jantung komunitas Tionghoa Welahan ini bukan sekadar lintasan fisik, tetapi diyakini sebagai jalur pemberkatan.

"Kami percaya, kehadiran dewa dalam kirab membawa energi positif. Wilayah yang dilalui akan mendapatkan keberkahan dan ketenteraman," tambahnya.

Prosesi ini dipimpin langsung oleh tokoh keagamaan setempat yang dipercaya memiliki kedekatan spiritual dengan dunia supranatural.

Dalam pandangan masyarakat Tionghoa, kirab semacam ini bukan hanya seremonial tahunan, melainkan bentuk nyata dari pengabdian, permohonan keselamatan, dan upaya menjaga keharmonisan lingkungan.

“Kami ingin Welahan dan Jepara senantiasa dalam kondisi aman, damai, dan sejahtera. Itulah harapan besar kami dalam melaksanakan kirab ini,” tutup Dicky dengan nada penuh keyakinan.

Kehadiran ratusan umat dalam satu perhelatan religius ini menjadi bukti kuat bahwa tradisi spiritual Tionghoa tetap hidup dan terus diwariskan lintas generasi.

Lebih dari sekadar ritual, kirab Hwee Tian adalah refleksi budaya yang menyatukan doa, kepercayaan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Editor : Mahendra Aditya
#jepara #welahan #Kelenteng Hok Tek Bio #Kirab Hwee Tian #umat Tionghoa