JEPARA — Maret lalu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menggelar audiensi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
Itu bertujuan agar PT Pelindo berkenan mendukung rencana pengembangan pelabuhan skala internasional di Jepara.
Rencananya, Pemerintah Kabupaten Jepara bakal menindak lanjuti hasil audiensi tersebut dengan mengajak PT Pelindo melihat calon lokasi pelabuhan tersebut.
Bila sesuai rencana, itu akan dilaksanakan bulan ini.
Itu disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo.
”Dia (PT Pelindo) mau datang ke sini untuk melihat lokasi. Ada beberapa calon lokasi yang diinginkan dari PT Pelindo. Nanti kita lihat mana yang terbaik.
Tapi saya harap[kan investor yang punya kewenangan untuk menentukan tempatnya. Insyaallah Mei,” ungkap Wiwit, sapaan akrabnya.
Menurut Wiwit, PT Pelindo telah memiliki beberapa rencana calon lokasi yang akan dikembangkan jadi pelabuhan internasional di Jepara.
Namun pihaknya masih belum bisa menyampaikannya ke publik.
Hanya saja, Wiwit menegaskan, salah satu lokasi yang direncanakan ada di wilayah pesisir Desa Balong, Kecamatan Kembang.
”Salah satunya di sini (Desa Balong, Red),” tegas Wiwit.
Diketahui, pelabuhan internasional tersebut diproyeksikan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp 71 triliun.
Proyek tersebut direncanakan menggunakan lahan seluas 900 hektar yang saat ini dimiliki oleh Perhutani dan PTPN IX di Balong, Kembang.
Berdasarkan perencanaan, di dalam area pelabuhan tersebut tidak hanya tersedia area pelabuhan saja. Melainkan juga terintegrasi dengan kawasan industri.
Rencana tersebut telah dituangkan dalam regulasi Perda RTRW. (rom/war)
Editor : Zainal Abidin RK