JEPARA - Pemerintah Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara bersama dengan masyarakat kembali mengadakan sedekah bumi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2025 ini sejumlah acara digelar secara meriah dengan berbagai acara dan penampilan pertunjukan.
Rangkaian sedekah bumi Desa Tempur telah dimulai sejak Jumat (25/4) lalu dengan manganan dan doa bersama di Petilasan Punden Mbah Romban.
Merti atau bersih desa serta ziarah di Makam Mbah Sewo Buyut Waryo.
Kemudian disambung pada Rabu (30/4) dengan pembacaan istighosah di Dukuh Duplak.
Pada Kamis (1/5) dilaksanakan tahtiman bil ghoib di masjid Jami' se Desa Tempur sedangkan pada malam harinya dilanjutkan pengajian akbar di Petinggen Desa.
Lalu pada Jumat (2/5) dilakukan pragat kerbau pada pagi hari di Petinggen Desa, dilanjutkan manganan dan doa bersama di Petilasan Mbah Romban, Mbah Kamunoyoso, Mbah Robyong dan Eyang Parikanan.
Lalu disambung dengan tahtiman Alqur'an Binnadhor.
Sementara itu, usai salat Jumat dilaksanakan karnaval kirab hasil bumi dimulai dari Balai Desa hingga finish di Petinggen Desa.
Sekretaris Desa Tempur, Mahfudz Aly menyampaikan bahwa saat karnaval kirab dipastikan berlangsung penuh warna.
Para warga menampilkan kreasi masing-masing, dari hal-hal tradisional maupun modern.
Di momen ini, juga digelar beberapa kangen beksan tayub hingga tiga kali.
Pada Jumat (2/5) langen tayub I pukul 13.00 hingga 17.00 sedangkan langen beksan tayub II pukul 21.00 hingga 02.00.
"Di sela-sela acara langen beksan tayub juga diadakan pentas seni tari tradisional," tuturnya.
Pada saat yang bersamaan langen beksan terakhir akan digelar pada Sabtu (3/5) pagi sedari pukul 08.00 hingga selesai.
"Sabtu siang ada drama ketoprak I pukul 13.00 hingga 17.00, lalu campursarian sejak 19.00 hingga 21.00. Kemudian seni drama ketoprak II sejak 21.00," siratnya.
Kemudian acara dipungkasi dengan campursari pada Minggu (4/5) malam, sejak sekitar 19.30 selesai pada 23.00.(fik)
Editor : Ali Mustofa