JEPARA - Bayi laki-laki yang ditelantarkan di depan pabrik PT. Wanxinda Travel Goods Jalan Raya Jepara - Kudus Km.19 nomor 55 turut Desa Pendosawalan masih menjalani perawatan di RSUD RA Kartini.
Meski demikian, minat masyarakat untuk mengadopsi bayi cukup banyak.
Hal tersebut mencuat dari sejumlah komentar yang dilontarkan warga dalam berbagai akun media sosial lokal Jepara.
Kendati demikian hingga saat ini pihak RSUD RA Kartini menyebutkan belum ada orang yang secara resmi mengirimkan surat permohonan ke rumah sakit.
Humas RSUD Kartini, Agus Carda menerangkan sampai saat ini bayi masih menjalani perawatan intensif di Ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Kartini Jepara.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bayi pertama kali ditemukan oleh pencari rosok di sekitar lokasi kejadian.
Pada saat yang sama, terdapat warga yang hendak membuka warung di sekitar lokasi pabrik tersebut.
Waktu itu sekitar pukul 07.30, pencari rosok berteriak atas bayi yang ditemukannya di dalam kardus.
Saat ditemukan kondisi bayi lengkap dengan selimut bermotif warna-warni di sertai dengan surat yang diduga ditulis oleh orang tua sang bayi.
Dengan gaya tulisan tampak seperti milik tulisan remaja.
Di dalam selembar surat tersebut ditulis pada Rabu (16/4) lalu.
Surat tersebut berbunyi, “Maaf yaa belum bisa merawat kami karena masih ngekos. Makan aja susah :( Tolong titipin ke panti ajaa .”
Pada baris berikutnya dilanjutkan dengan kalimat, “Yg mau ngerawat makasih yaaa... BTW anaknya cowok -.- “
Setelah ditemukan bayi dibawa ke Puskesmas Kalinyamatan dan kemudian dirujuk ke RSUD RA Kartini untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan wartawan, sesampainya pada sekitar pukul 11.00, bayi kemudian dimasukkan ke dalam inkubator.
Dari hasil pemeriksaan yang ada bayi laki-laki tersebut lahir dalam kondisi belum cukup umur atau prematur.
Ia diperkirakan lahir dalam kondisi kandungan berumur sekitar tujuh bulan. (fik/war)
Editor : Ali Mustofa