Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggul Jebol, Sawah Terendam! Petani Ngeling dan Tedunan Terancam Gagal Tanam, Kapan Penanganan Serius Dilakukan?

Fikri Thoharudin • Selasa, 18 Maret 2025 | 00:25 WIB
KRITIS: Kondisi jebolan tanggul Sungai SWD II yang belum mendapatkan penanganan.
KRITIS: Kondisi jebolan tanggul Sungai SWD II yang belum mendapatkan penanganan.

JEPARA – Nasib puluhan petani di Desa Ngeling dan Tedunan, Kecamatan Pecangaan, Jepara, sedang di ujung tanduk.

Jebolnya tanggul Sungai Jratunseluna SWD II telah menyebabkan air meluap dan membanjiri area persawahan.

Akibatnya, petani terancam gagal tanam dan gagal panen pada musim tanam kedua (MT2).

Padahal, sebagian besar petani baru saja menyelesaikan masa tanam pertama (MT1) dan sedang memulai pembibitan.

Sawah Terendam, Petani Resah

Menurut Moh Ali Wibowo, Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, banjir ini telah merendam puluhan hektare sawah.

"Daerah terdampak terparah adalah Desa Tedunan, dengan luas sekitar 20 hektare.

Sementara di Desa Ngeling, dampaknya tidak terlalu besar karena air lebih mengalir ke arah Tedunan," jelasnya, Senin (17/3).

Meskipun air sudah mulai surut, kekhawatiran petani belum berakhir. Mereka masih waswas dengan potensi banjir susulan yang bisa datang kapan saja.

"Petani sudah menyebar benih, tapi banjir datang tiba-tiba. Kami berharap benih yang tidak terseret arus masih bisa digunakan," tambah Ali Wibowo, yang akrab disapa Bowo.

Hujan Lebat Jadi Pemicu Utama

Faktor utama jebolnya tanggul adalah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu (15/3) sekitar pukul 20.00.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan volume air sungai meningkat drastis, hingga akhirnya tanggul tidak mampu menahan tekanan air.

"Kondisi ini diperparah oleh usia tanggul yang sudah tua dan kurangnya perawatan," ujar Bowo.

Penanganan Darurat, Tapi Belum Tuntas

BPBD Jepara telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas PUPR Kabupaten Jepara untuk segera melakukan penanganan.

Namun, hingga saat ini, upaya yang dilakukan masih bersifat sementara dan darurat. "PUPR Kabupaten sudah turun tangan, tapi penanganan mereka hanya bersifat temporal.

BBWS sebagai pihak yang berwenang di lokasi tersebut diharapkan segera mengambil tindakan," jelas Bowo.

Menurut rencana, BBWS akan melakukan survei dan penanganan lebih lanjut pada Rabu (19/3).

Namun, petani yang sudah dirugikan berharap langkah ini tidak hanya sekadar formalitas.

"Kami butuh solusi permanen, bukan sekadar tambal sulam. Kalau tidak, kejadian ini akan terulang lagi," keluh seorang petani setempat.

Ancaman Gagal Panen dan Dampak Ekonomi

Bagi petani, gagal tanam bukan hanya soal kehilangan hasil panen, tetapi juga ancaman terhadap mata pencaharian mereka.

"Kalau sawah terus terendam, kami tidak bisa menanam. Ini berarti tidak ada pendapatan untuk menghidupi keluarga," ujar Sutrisno, salah satu petani di Desa Tedunan.

Selain itu, banjir juga merusak infrastruktur pertanian, seperti saluran irigasi dan jalan akses ke sawah.

"Butuh waktu dan biaya untuk memperbaiki semua ini. Kami berharap pemerintah bisa membantu," tambah Sutrisno.

Harapan Petani dan Langkah ke Depan

Petani di Ngeling dan Tedunan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tanggul dan mencegah banjir di masa depan.

"Kami butuh jaminan bahwa ini tidak akan terulang lagi. Kalau tidak, kami akan terus hidup dalam ketidakpastian," ujar Bowo mewakili suara petani.

Sementara itu, BPBD Jepara berjanji akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Kami akan memastikan bahwa penanganan tidak hanya sekadar darurat, tetapi juga menyelesaikan masalah hingga ke akarnya," tegas Bowo.

Kesimpulan

Jebolnya tanggul Sungai Jratunseluna SWD II adalah alarm bagi semua pihak.

Di balik kerugian materi, ada cerita pilu petani yang harus berjuang melawan ketidakpastian.

Penanganan yang cepat dan serius bukan hanya kebutuhan, tetapi juga kewajiban untuk memastikan masa depan pertanian dan kesejahteraan petani.

Semoga, langkah-langkah yang diambil tidak hanya sekadar tambal sulam, tetapi mampu memberikan solusi permanen bagi masyarakat Ngeling dan Tedunan. (fik)

Editor : Mahendra Aditya
#tanggul Sungai Jratunseluna SWD II jebol #jepara #area persawahan #petani #gagal tanam