Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Melihat Geliat Bisnis Mebel di Jepara setelah Pameran Mebel Skala Internasional

Fikri Thoharudin • Senin, 25 November 2024 | 00:15 WIB

 

KREATIF: Pengunjung tengah melihat-lihat furniture di salah satu showroom di Desa Wisata Industri Kreatif (DEWINDIF) Mulyoharjo Jepara kemarin.
KREATIF: Pengunjung tengah melihat-lihat furniture di salah satu showroom di Desa Wisata Industri Kreatif (DEWINDIF) Mulyoharjo Jepara kemarin.

JEPARA - Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIFBW) Oktober dampaknya tak langsung dirasakan perajin mebel.

Demikian, para pengusaha berharap setelah tahun politik yaitu Pilpres, Pileg, dan Pilkada selesai, mebel bisa kembali ke trend positif.

Di depan rumahnya, RT 13/RW 04, Sukosono, Kedung, Jepara, Sokip terlihat sibuk memotret barang mebel miliknya.

Dirinya mengambil foto dari beberapa sudut. Menemukan sudut pas. Dan gambar produknya di foto terlihat bagus.

Pemilik TikraTikri Jati, Muhammad Sokip, 44, menyampaikan selama mengikuti pameran sejak Jumat-Senin (25-28/10) pihaknya yang tergabung dalam paguyuban tidak mendapatkan keuntungan dari penjualan produk.

"Kami tergabung atas para perajin dari Kedung, Tahunan, Pecangaan, Kota maupun Pakis Aji. Hanya laku 3 unit, pajangan kuda abstrak dan dua souvenir tempat buah yang nominalnya tidak lebih dari Rp 1 juta," ujarnya Sabtu (23/11).

Terkait dengan kondisi permebelan pascapameran pun, menurut Sokip sampai saat ini belum banyak berdampak positif.

"Mungkin perlu formula jitu supaya mebel ke depan orderannya kembali jaya. Seperti perlunya kebijakan-kebijakan pemerintah daerah maupun pusat," sebutnya.

Sokip yang merupakan warga Sukosono tersebut menjadi spesialis pembuatan kursi kepiting, kursi mawar, dan hiasan dinding seperti kepala rusa.

"Saya lebih banyak memasarkan lewat online, ya dari Facebook, Instagram, TikTok. Memang ini lagi lesu apalagi pasca Covid-19 dan lockdown, sudah dua tahunan ini. Sementara saya punya tiga tukang, ya jadinya gali lobang tutup lobang," tegasnya.

Kepala Gallery Craft and Craft SMK Negeri 2 Jepara, Indri menyampaikan kesannya usai partisipasi dalam pameran. Menurutnya tata letak lokasi perlu dipertimbangkan.

"Kami ikut selama tiga hari, namun banyak kerugian kami yaitu karya yang hancur karena terpaan angin saat di lokasi. Ke depan kalau pameran di gedung saja. Fokus tujuan untuk mengangkat perajin kriya atau apa bisa diperjelas, kemarin terkesan campur," ujarnya.

Berdasarkan catatan yang ada, dari hasil pameran JIFBW Octofest 2024 Gelar Karya Perajin Jepara, nominal dari transaksi di tempat sejumlah Rp 108 juta, order pesanan Rp 296 juta, serta prospek order Rp 499 juta.

Berdasarkan urutan besaran dari transaksi di tempat, order pesanan dan prospek order, jenis barangnya meliputi karya mebel logam, mebel minimalis dan scandinavian, mebel ukiran, mebel kombinasi rotan dan kerajinan kayu.

Hal itu termasuk penjualan stock sales yang terjadi di showroom-showroom sepanjang Ngabul sampai Senenan.

Kendati demikian, Ketua Organizing Comite JIFBW, Muhammad Alhaq menyebutkan untuk permebelan setelah beberapa momen yang kebetulan hampir bersamaan seperti pameran dan pelantikan presiden, dalam pasar domestik sudah menunjukkan tren positif.

"Ini terlihat dari kondisi beberapa teman-teman pelaku industri furniture sudah relatif sibuk dengan project dan pekerjaan masing-masing," ujarnya.

Itu juga ditambah dengan momen mendekati puasa dan Lebaran. Juga setelah tahun politik.

"Apalagi pasar domestik dari dulu memang sedang ramai-ramainya di bulan-bulan ini," tuturnya. (fik/zen)

 

Editor : Ali Mustofa
#pemerintah #jepara #JIFBW #tahun politik #pameran #mebel #pengusaha