Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gelar Sarasehan, Komunitas Penghayat Kepercayaan Sepakat Bentuk MLKI Jepara

Fikri Thoharudin • Sabtu, 9 November 2024 | 02:12 WIB
KHIDMAT: Para penghayat kepercayaan atau aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ikuti sarasehan komunitas penghayat pada Jumat (8/11).
KHIDMAT: Para penghayat kepercayaan atau aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ikuti sarasehan komunitas penghayat pada Jumat (8/11).

JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) gelar sarasehan komunitas penghayat atau aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Aula Museum RA Kartini Jepara kemarin.

Sarasehan tersebut dihadiri oleh puluhan orang yang tergabung dalam enam komunitas penghayat kepercayaan di Kabupaten Jepara.

Meliputi Persada, Kapribaden, Parmono Sejati, Ilmu Sejati, Mastika dan Subud.

Sarasehan yang hampir 50 orang tersebut, membuahkan hasil dan kesepakatan untuk dibentuk Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Kabupaten Jepara.

Kepala Disparbud Kabupaten Jepara Moh Eko Udyyono mengatakan sarasehan tersebut merupakan agenda yang terselenggara rutin setiap tahun.

"Disparbud Jepara turut serta dalam mengawal demokrasi pembangunan dalam keberagaman berkeyakinan. Tentu tujuannya untuk mencapai iklim yang demokratis dan berkeadilan bagi semua," ucapnya.

Pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan semangat dalam mencatat perkembangan dan peranan masyarakat dari berbagai keyakinan atau aliran kepercayaan di Nusantara.

"Saat ini di Jepara sendiri terdapat setidaknya 1000 lebih," singkatnya.

Untuk itu, kegiatan sejenis amat penting lantaran menjadi wadah penampung aspirasi bagi ragam kepercayaan.

Utamanya dalam wajah Bhineka Tunggal Ika dalam lingkup kebudayaan.

"Kami berharap Jepara menjadi contoh dari persatuan dan perdamaian demokrasi yang sejuk, terlepas dari perbedaan ragam ritual dan keyakinan yang dianut," jelasnya.

Eko menambahkan, ke depan, perlu dipikirkan terkait dengan legalitas MLKI supaya memiliki payung hukum.

Selain itu, apabila dari para penghayat membutuhkan tempat apabila ingin membuat acara dapat menggunakan Aula Museum RA Kartini.

"MLKI ini bisa dikatakan sebagai induk dari semua organisasi penghayat kepercayaan. Sangat penting untuk mewadahi teman-teman penghayat secara resmi," ujarnya.

Ketua MLKI Jawa Tengah, Subandi menyampaikan ucapan terima kasihnya lantaran dapat diakomodir. 

"Terima pemerintah daerah karena telah memberi ruang. hak-hak kami sebagai penghayat sudah difasilitasi dengan terbentuknya MLKI. Ini menjadi satu wadah yang menaungi semua penghayat di Jepara," tanggapnya.

Pihaknya berharap segenap penghayat yang tersebar di berbagai daerah di Jepara bisa berkolaborasi dan saling menghormati.

Terlepas dari keyakinan masing-masing. Sehingga ini dapat mempersatukan penghayat supaya bisa berguna untuk bangsa, khususnya Jepara.

"Secara administrasi kependudukan juga sudah terakomodir, harapannya tidak ada lagi diskriminasi. Kami semua bisa hidup normal, rukun dengan sesama warga lain. Punya hak dan kewajiban yang sama," pungkasnya.(fik)

 

Editor : Ali Mustofa
#MLKI #jepara #disparbud #pemkab #penghayat kepercayaan #demokrasi #ritual #keyakinan