Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sejumlah Remaja Tenteng Celurit di Jepara Bikin Resah Masyarakat

Fikri Thoharudin • Rabu, 2 Oktober 2024 | 21:11 WIB

 

Photo
Photo

 

JEPARA – Baru-baru ini warga Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Eko, 39, menyaksikan sekumpulan remaja yang menenteng senjata tajam (sajam) di jalan menuju Desa Tegalsambi atau sekitar SMPN 3 Jepara.

Menurut kesaksiannya, ada setidaknya enam remaja dengan tiga motor yang berboncengan dengan membawa celurit panjang pada Sabtu (28/9) sekitar pukul 00.30.

”Saya hendak pulang dari rapat organisasi. Di jalan dekat jembatan barat SMPN 3 Jepara papasan dengan enam remaja berboncengan yang membawa celurit panjang. Saya ketakutan dan bingung sebenarnya apa mau mereka," tuturnya.

Tahu-tahu sekumpulan remaja itu berbalik arah. Namun, tidak sampai mengejar Eko.

”Entah mereka ini sedang nyari lawan, geng motor, habis gegeran di orkes, atau kreak seperti di daerah lain. Saya tidak berani memfoto, karena posisi sendirian," sebutnya.

Kejadian itu bukan kali pertama dilihat warga. Eko menambahkan, tetangga juga pernah melihat sekumpulan remaja yang juga membawa sajam.

”Sepekan yang lalu tetangga saya juga melihat di acara Mafia Sholawat ada yang bawa sajam. Ini meresahkan sekali," ujarnya.

Dia berharap, agar fenomena ini mendapatkan perhatian khusus dari aparat penegak hukum.

”Lepas dari apa maksud mereka, tapi kejadian ini perlu diselidiki. Karena memang meresahkan," harapnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jepara AKP Yorisa Prabowo menanggapi, pihaknya belum menerima aduan dari masyarakat terkait dengan informasi tersebut.

Namun, jika kepolisian melihat kejadian tersebut, pelaku akan langsung diamankan.

”Apabila ada masyarakat yang mendengar, melihat, atau bahkan mengalami kejadian kekerasan dengan senjata tajam, kami berharap segera melapor ke pihak kepolisian. Atau menghubungi nomor darurat melalui 110," pesannya.

Sementara itu, Psikiater RSUD RA Kartini Muhammad Farid Faishol menyampaikan, perlu diwaspadai fenomena kejahatan oleh seseorang yang bisa jadi merupakan pencontohan atau peniruan kejahatan (copycat crime).

Hal itu terjadi sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain dan di daerah lain. Mirip dengan fenomena peniruan bunuh diri (copycat suicide).

Copycat crime seringkali dilakukan oleh orang-orang yang ingin pengakuan, ingin diakui dia berani, ingin diakui dia kuat. Apalagi jika di-upload di media sosial pelaku dan ternyata banyak yang nge-like," ujarnya.

"Pelaku akan semakin bersemangat untuk melakukan lagi dan lagi. Mungkin akan lebih kejam dari sebelumnya," jelasnya.

Menurutnya, like atau pujian yang diterima di media sosial dianggap sebagai hadiah.

Bahkan, pemberitaan yang masif dari media massa atau media sosial pun bisa jadi hadiah bagi pelaku kejahatan.

”Ini dalam ilmu kejiwaan atau psikologi disebut social learning," ujarnya.

Untuk membuat jera pada pelaku kejahatan tersebut, menurutnya harus diberikan hukuman yang setimpal.

”Atau konsekuensi-konsekuensi lain serupa hukuman sosial dari masyarakat. Misalnya mereka akan bermasalah dalam pendidikan atau pekerjaaan dan sebagainya. Ini bisa jadi pengerem keinginan untuk meniru kasus kejahatan tersebut," tandasnya. (fik/lin)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #sajam #kejahatan #senjata tajam #kepolisian