JEPARA - Merespon belasan temuan yang diduga benda cagar budaya, Pemerintah Desa (Pemdes) Telukawur wacanakan perintisan galeri desa.
Hal tersebut direncanakan untuk menghimpun setidaknya 17 benda pada penemuan pertama.
Meliputi batu andesit, terakota, fragmen gerabah maupun guci hingga bongkahan kapal.
Kepala Desa Telukawur, Rokhman menyampaikan bahwa ke depan keberadaan galeri digunakan untuk menyimpan dan memajang benda-benda bersejarah.
Menurutnya benda-benda semacam itu tidak hanya di Telukawur, tapi juga di sekitar wilayah tersebut.
Banyak nelayan yang menemukan benda-benda kuno, seperti guci maupun porselen.
"Daerah sini diindikasikan sebagai salah satu titik perdagangan, maupun aktivitas era Ratu Kalinyamat, ataupun era yang lebih lampu misalnya Kerajaan Bodrolangu," jelasnya.
Pihaknya mengaku bersama warga dan para nelayan terus melakukan penggalian sebaran potensi temuan.
Apabila ditemukan kembali, berkoordinasi dengan Kemendikbud Ristek.
Sementara itu terkait sejumlah temuan yang ada sedang dikaji oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keberadaan galeri desa akan didukung dengan sejumlah paket-paket wisata. Selain wisata bahari juga terdapat wisata budaya hingga kuliner.
"Koin-koin kuno, foto masa lampau pun bisa dipajang karena ini merekam zaman dan waktu. Sambil nanti edukasi susur mangrove, tambak udang, seni ukir, proses pembuatan kerupuk cangkang, hingga membatik," jelasnya.
Selain itu dari sisi wisata bahari sendiri pihaknya telah melakukan tata kelola wisata. Berkat hal tersebut Desa Teluk Awur mendapatkan juara pertama lomba desa tingkat Kabupaten Jepara 2024.
"Tahun 2023 lalu, kami juga mendapat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sekitar Rp 450 juta. Kami buatkan landmark, gapura hingga perahu wisata," katanya.
Pihaknya berharap, dengan adanya hal tersebut nantinya wisatawan yang berkunjung tidak hanya disuguhkan pantai belaka.
"Kalau hanya seperti itu monoton, harapannya nanti galeri desa dapat terealisasikan. Supaya juga dapat menjadi edukasi bagi para pengunjung," tutupnya.(fik)
Editor : Ali Mustofa