JEPARA – Kesenian daerah Kabupaten Jepara baru saja ditetapkan sebagai cagar budaya tak benda (WBTB) oleh Kemendikbudristek tahun lalu.
Hanya saja, kini senin tersebut terancam punah. Pasalnya, pegiat senin tersebut makin menipis.
Untuk itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara mendorong agar masyarakat giat melakukan tanggapan kesenian tersebut.
Baca Juga: Ketua DPC PPP Jepara Masykuri Tak Rela Rekomendasi Pilkada Jatuh ke Tangan Non-Kader, Ada Apa?
Baca Juga: Pembayaran Klaim Nasabah Bank Jepara Artha Masih Berjalan, 2.285 Rekening Tabungan Sudah Cair
Hal ini untuk mendorong kelestarian seni asli Jepara tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Disparbud Jepara Moh. Eko Udyyono melalui Subkord Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan Lia Supardianik.
Ia mengaku, saat ini maestro kentrung Jepara tinggal seorang. Yakni Suparmo, warga Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan.
Baca Juga: Dijanjikan Kerja di Salon Jepara, Wanita 14 Tahun Asal Kediri Justru Disekap, Begini Kronologinya
Baca Juga: Nama Gus Hajar Santer Dikabarkan Bakal Dampingi Mas Wiwit di Pilkada Jepara 2024?
”Itu menjadi catatan tersendiri bagi kami. Karena kentrung yang masih mempedomani penggunaan syair-syair yang pakem tinggal beliau. "Itulah yang kami usahakan untuk tetap melestarikannya," ungkap Lia.
Menurutnya, dengan seringnya kesenian kentrung itu ditampilkan atau ditanggap, maka semakin banyak pula masyarakat yang jadi tahu akan kesenian tersebut.
Baca Juga: Penyerahan Laporan Akhir Penanganan Pelanggaran oleh Bawaslu Jepara kepada Bawaslu RI
Baca Juga: Duh! Dampak Perang Israel-Palestina, Pengusaha Mebel di Jepara Susah Ekspor
”Kami mendorong tampilan kentrung di setiap acara atau kegiatan. Tidak hanya kegiatan budaya, tetapi juga non-budaya,” papar Lia.
Semakin banyak masyarakat yang mengetahui seni tersebut, bisa menjadi gerbang masuk bagi masyarakat yang ingin mempelajari seni tersebut.
Dengan cara itu, diharapkan seni bertutur khas Jepara ini bisa tetap lestari ke depannya.
Baca Juga: Kesenian Ukir Diusulkan Masuk Kurikulum Sekolah di Jepara, Ini Tujuannya
Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam, Warga Desa Bawu Jepara Gelar Pawai Obor
Di sisi lain, pihaknya juga bertekad untuk menggelar festival kentrung.
Ini merupakan lomba kentrung antar pelajar di Kabupaten Jepara.
Dengan adanya itu, jadi minat kalangan muda terhadap seni tersebut juga bisa makin meningkat. (rom/nib)
Editor : Noor Syafaatul Udhma