Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Asyik! Isi Waktu Liburan, 30 Pelajar SMP Ikuti Pelatihan Ukir di Pendapa Museum Kartini, Begini Keseruannya

Fikri Thoharudin • Selasa, 2 Juli 2024 | 01:21 WIB
FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS ANTUSIAS: Puluhan siswa-siswi dari sejumlah SMP di Kabupaten Jepara bersemangat ikuti pelatihan ukir di Pendopo Museum RA Kartini.
FIKRI THOHARUDIN/RADAR KUDUS ANTUSIAS: Puluhan siswa-siswi dari sejumlah SMP di Kabupaten Jepara bersemangat ikuti pelatihan ukir di Pendopo Museum RA Kartini.

JEPARA - Momen liburan sekolah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara menggelar pelatihan mengukir bagi siswa-siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Jepara. Acara tersebut dihelat selama tiga hari sejak Senin-Rabu (1-3/7) di Pendapa Museum Raden Ajeng (RA) Kartini.


Terdapat sebanyak 30 pelajar SMP dalam kota yang mengikuti pelatihan tersebut.

Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Masjid Jami’ Baiturrohim di Tahunan Jepara : Full Ornamen Ukir, Karya Warga Lokal

Salah satu instruktur ukir, Sutrisna menyebutkan adanya pelatihan menjadi ajang pelestarian seni ukir kepada kalangan generasi muda agar keberadaannya tidak punah.

"Supaya siswa-siswi dapat mengetahui mulai dari sejarah ukir, desain gambar termasuk motif daun ragam hias Jepara hingga mengukir tingkat dasar secara langsung," jelasnya.
Kendati terdapat tiga jenjang dalam mengukir, tingkat dasar, bisa dan mahir. Akan tetapi paling tidak siswa-siswi dapat mengetahui teknik maupun proses mengukir.

Baca Juga: Jenderal (Purn) Andika Perkasa Selalu Banggakan Produk Ukir Jepara

Dalam pelaksanaannya, dilakukan pendampingan mulai dari membuat motif atau desain hingga finishing.

"Kami tentu ingin hal ini bisa berkembang. Tidak hanya berhenti di sini, tapi ada kegiatan lanjutan seperti lomba mengukir," tuturnya.


Dengan adanya lomba dapat menjadi ajang untuk merawat semangat generasi muda untuk mengukir.

Baca Juga: Anggota DPR RI Fadli Zon Nilai Desain Ukir di Jepara Butuh Pengembangan, Ini Alasannya

"Untuk mencapai tingkat mahir memerlukan waktu satu tahunan. Tapi untuk manfaat bagi anak seumuran SMP ini tertanam cinta akan budaya mengukir saja sudah bagus," pesannya.


Delegasi yang ada berasal dari SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5 dan SMPN 6 Jepara.

Rizky salah satu siswa dari SMPN 3 mengaku senang dengan diadakannya pelatihan tersebut.

"Jadi ada kegiatan selama liburan masa liburan sekolah ini. Saya diajari belajar membuat motif terlebih dahulu. Besok Selasa dan Rabu baru mulai praktik ngukirnya," sebutnya.

Selama pelatihan, Rizky juga merasa bersemangat karena hasilnya juga dapat dibawa pulang. "Karena yang dibuat ukir hias fungsional, jadi nanti bisa dibawa pulang. Seperti untuk gantungan baju," katanya sumringah.

Baca Juga: Kerajinan Ukir di Jepara Ditinggalkan Generasi Muda, Ini Pemicunya

Kepala Disparbud Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono turut berharap museum menjadi salah satu pusat kegiatan belajar kearifan lokal, utamanya bagi generasi muda.

"Selain sekolahan, museum juga didorong untuk menampilkan kegiatan yang bisa menarik anak muda untuk belajar. Tidak hanya ukir tapi juga hal-hal lain yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sebagai bekal keterampilan," ujarnya Senin (1/7). (fik/nib)

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#disparbud jepara #smp jepara #jepara jawa tengah #jepara #ukiran jepara #Pemkab Jepara #dinas #pelajar smp #jepara kota ukir #seni ukiran