Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Gercep, Polisi Amankan Pengemudi Bus dan Kendaraan yang Terlibat Kecelakaan Diduga Rem Blong di Mlonggo Jepara 

Moh. Nur Syahri Muharrom • Kamis, 20 Juni 2024 | 02:26 WIB

 

NAAS: Polisi olah TKP terkait kecelakaan yang melibatkan sebuah bus yang membawa rombongan siswa SD N 1 Banjaran, Rabu (19/6).
NAAS: Polisi olah TKP terkait kecelakaan yang melibatkan sebuah bus yang membawa rombongan siswa SD N 1 Banjaran, Rabu (19/6).

JEPARA – Sebuah Mikro bus Mitsubishi 100 PS terlibat kecelakaan di ruas Jalan Jepara – Pati, Rabu (19/6) sekitar pukul 08.02 WIB.

Lokasi kejadiannya di depan Puskesmas Mlonggo, Desa Sinanggul, Mlonggo, Jepara.

Bus bernopol K 7639 OC yang membawa rombongan siswa dan guru SDN 1 Banjaran, Bangsri, Jepara, itu terguling akibat rem blong.

Akibat kecelakaan ini enam orang mengalami luka. Yaitu lima siswa dan seorang pengendara motor terluka.

Sebagian besar siswa alami luka memar dan lecet. Kelimanya langsung mendapat perawatan di Puskesmas Mlonggo. Dan selanjutnya diperkenankan untuk pulang.

Sedangkan pengendara yang terluka berinisial MDB, 18, warga Desa Jambu Barat, Mlonggo, Jepara.

Ia berkendara motor Honda PCX bernopol K 3872 PL, dan mengalami luka lecet pada kaki dan punggungnya.

Selain itu, diduga ia juga mengalami patah tulang kaki. Saat ini ia masih mendapat perawatan di rumah sakit.

Kepala Satlantas Polres Jepara AKP Dionisius Yudi C. menjelaskan pihaknya langsung mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Begitu pula pihak yang terlibat kecelakaan.”Setelah ini kami bawa untuk kami mintai keterangan,” tegasnya.

Sementara itu, Suharno, pengemudi bus menceritakan, awalnya bus yang berisi 15 orang itu terguling di sisi timur badan jalan dan menimpa dua unit sepeda motor.

Yaitu Honda Vario bernopol K 3064 NQ dan Honda PCX bernopol K 3872 PL. Diduga, kecelakaan tersebut disebabkan karena bus tersebut rem blong.

Semula micro bus tersebut berangkat dari Desa Banjaran, Kecamatan Bangsri, hendak menuju ke Objek Wisata Takamas di Desa Kedungcino, Kota Jepara.

Micro bus tersebut dikemudikan Suharno, 60, warga Desa Jerukwangi, Bangsri.

Suharno menceritakan, dalam membawa rombongan siswa itu bus tak sendirian.

Ada tiga bus lainnya. Sehingga, total ada empat bus yang membawa rombongan siswa dan guru SD N 1 Banjaran ke objek wisata Takamas di Kedungcino.

Suharno sendiri mendapat jatah untuk membawa rombongan nomor 1. Dia berangkat paling awal.

Dalam perjalanannya, ia membawa sekitar 15 orang. Terdiri dari para siswa yang didampingi dua orang guru.

Semula perjalanannya berjalan lancar. Namun, usai melintasi Jembatan Sinanggul, berjarak beberapa meter sebelum lokasi kejadian, ia merasakan rem bus yang dikendarainya blong.

Karena kondisi jalan raya yang padat, ia pun nekat membanting kemudi ke kiri.

Lantaran kontur tanah yang tidak rata di bahu jalan. Bus tersebut langsung oleng ke kanan. Dan menimpa dua unit sepeda motor.

”Saat itu kecepatannya sekitar 40 an kilometer. Saya banting ke kiri. Karena kalau kelarak, saya menghantam semua. Karena macet. Kalau banting kanan, saya nabrak Avanza. Jadi saya banting ke kiri. Menghindari,” papar Suharno.

Melihat kejadian tersebut, warga pun berbondong-bondong menyelamatkan siswa yang terperangkap dalam bus yang terguling itu.

Para siswa pun keluar dengan memanjat pintu utama bus di sebelah kiri badan bus yang menghadap ke langit lantaran terguling ke kanan. (rom)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #luka #polisi #rem blong #perawatan #puskesmas #kecelakaan #pengendara