JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara saat ini tengah mengupayakan agar salah satu evennya bisa masuk dalam kalender event nasional oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Itu adalah festival Perang Obor Desa Tegalsambi.
Saat ini, proses tersebut telah dimulai dengan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Moh. Eko Udyyono menjelaskan, Festival Budaya Perang Obor di Desa Tegalsambi adalah satu-satunya di Indonesia.
Dan itu pun adanya di Jepara. ”Sebab itu, alangkah bagusnya kalau ditata, semakin terkenal semakin terkenal,” kata Eko.
Menurutnya, even-even seperti itu sejauh ini masih belum tertata.
Padahal, dengan salah satu saja festival budaya itu pelaksanaannya ditata lebih baik, juga bisa berperan dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
”Dengan adanya perang obor, orang pada berdatangan. Tidur di Jepara, beli oleh-oleh Jepara. Itu kan sirkulasi yang bisa meningkatkan multiplier effect pendapatan yang ada di Kabupaten,” paparnya.
Sebab itu, ia pun sangat mendukung momen-momen tersebut bisa terdaftar dalam kalender even nasional.
Juga ditingkatkan lagi dalam penyajiannya.
”Nanti akan kami tampilkan di tingkat nasional bahwa ini loh kegiatan kami. Kami kenalkan. Bareng-bareng, termasuk dari Dinas Pariwisata Provinsi juga mendorong. Kami sudah sounding ke provinsi, sudah sounding ke Pusat,” tandas Eko.
Diketahui, Festival Perang Obor ini sejak tahun 2020 lalu telah mendapatkan sertifikat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kemendikbud Ristek.
Dan berdasarkan catatan dari Disparbud Jepara, animo pengunjungnya tercatat paling banyak kedua setelah Festival Lomban Pekan Syawalan. (rom/war)
Editor : Ali Mustofa