JEPARA – Masa pelengkapan berkas pendaftaran penjaringan yang dibuka oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jepara ditutup kemarin sore.
Masa pelengkapan berkas itu, dibuka sejak hari pendaftaran penjaringan pada 27 Mei lalu.
Saat itu, ada 18 orang yang mendaftarkan diri dalam penjaringan calon bupati dan wakil bupati yang dibuka PPP Jepara.
Namun hingga kemarin, hanya empat orang yang administrasinya dinyatakan lengkap.
Empat sosok itu, terdiri atas tiga orang pendaftar bakal calon bupati (bacabup) dan seorang pendaftar bakal calon wakil bupati (bacawabup).
Tiga sosok pendaftar calon bupati itu, Ketua DPC PPP Jepara Masykuri, Witiarso Utomo, dan Jadug Trimulyo Ainul Amri. Sedangkan bakal calon wakil bupati hanya ada M. Ibnu Hajar.
”Kami sudah menutup proses pendaftaran di tingkatan DPC. Karena pendaftaran itu bisa di DPC, DPW, dan DPP,” papar Ketua Desk Pilkada DPC PPP Jepara Agus Sutisna kemarin.
Meski dari 18 pendaftar tersebut, meskipun hanya empat yang dinyatakan berkasnya lengkap, nantinya tak serta merta akan diusulkan ke tingkat DPW.
Selanjutnya ke DPP untuk mendapat rekomendasi maju dalam pencalonan Pilkada Jepara.
Sebab, nantinya hasil selama proses pendaftaran di tingkatan DPC itu, akan dilaporkan kepada pengurus harian DPC PPP Jepara.
Selain terkait siapa saja yang mendaftar, juga siapa saja yang memenuhi persyaratan administrasi.
Rapat tersebut akan dilaksanakan hari ini pukul 09.30 oleh Desk Pilkada DPC PPP Jepara.
Lalu dilanjut rapat pleno oleh para pengurus harian DPC PPP Jepara pada pukul 13.00.
”Meski pada pendaftaran kali ini hanya ada empat sosok yang berkas administrasinya lengkap, bisa saja sosok yang diusulkan mendapat rekomendasi bisa lebih dari itu. Sebab, keputusan terkait sosok yang diusulkan itu, jadi kewenangan pengurus harian DPC PPP dalam rapat pleno besok siang (siang ini, Red),” ungkapnya.
Agus menambahkan, sebenarnya dalam proses pelengkapan berkas administrasi, para pendaftar juga diminta untuk menyertakan hasil survei independen.
Ada 10 lembaga survei yang bisa jadi acuan.
Namun dari keterangannya, ada pula yang menggunakan lembaga survei di luar yang ditentukan tersebut.
”Kami serahkan sepenuhnya kepada DPP untuk hasil survei yang sudah diserahkan dari para pengambil formulir kepada Desk Pilkada,” terang Agus.
Setelah masa pendaftaran dan pelengkapan berkas ini, nantinya akan ada tahapan lanjutan berupa fit and propper test yang diselenggarakan oleh DPW PPP Jepara.
Rencananya akan diselenggara 20 hingga 22 Juni mendatang di Semarang.
”Dari informasi DPP, fit and propper awal akan diselenggarakan di wilayah masing-masing. Maksudnya di provinsi,” imbuhnya. (rom/lin)
Editor : Ali Mustofa