JEPARA - Aliran Sungai SWD 1 dan SWD 2 saat ini debit airnya meningkat. Meski begitu, pelaksanaan normalisasi yang dilakukan di 2 sungai tersebut masih terus dikebut.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah ekscavator masih terus mengeruk aliran 2 sungai tersebut.
Salah satunya di Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan. Di sana, ada tujuh unit ekscavator yang disiagakan.
Baca Juga: Begini Upaya Pemkab Kudus Antisipasi Dampak Banjir Makin Meluas di Tengah Cuaca Ekstrem
Sejauh ini, dari pantauan di lapangan sepanjang aliran SWD 1 dan SWD 2 sudah dikeruk.
Lebar aliran sungai juga tampak lebih lebar dibanding sebelumnya.
Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Dadang M. Yahya menjelaskan saat ini kegiatan normalisasi masih terus dilaksanakan.
Terutama pengerjaan peninggian tanggul.
”Namun terkendala cuaca hujan yang intensitasnya tinggi,” ungkap Dadang.
Diketahui, Proses pengerjaan normalisasi itu memang baru dimulai akhir tahun lalu.
Normalisasi aliran Sungai SWD I dan SWD II sebenarnya sempat dilakukan 2021 lalu.
Di Sungai SWD I, saat itu dari target 32 kilometer, baru terlaksana 10 kilometer.
Sementara di Sungai SWD II dari target 23 kilometer, baru 7 kilometer.
Normalisasi yang direncanakan saat ini adalah menyelesaikan target yang telah ditetapkan.
Selain kegiatan normalisasi, pengerjaannya adalah membuat sudetan yang menghubungkan kedua aliran sungai tersebut.
Lokasinya di perbatasan Desa Dorang, Kecamatan Nalumsari dan Desa Mayong Kidul, Kecamatan Mayong.
Dadang menegaskan, normalisasi yang dilakukan saat ini itu sebagai upaya untuk mengurangi risiko banjir, tidak dapat menghilangkan banjir seutuhnya.
Banjir yang tengah terjadi di beberapa lokasi di Jepara itu menurutnya tak lepas dari peningkatan curah hujan yang signifikan. (rom/war)
Editor : Ali Mustofa