Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tertutup Mendung, Hilal di Pantai Kartini Jepara Gagal Terpantau

Moh. Nur Syahri Muharrom • Senin, 11 Maret 2024 | 06:42 WIB

 

GELAP: Tim pemantau hilal meneropong langit sekitar Pantai Kartini Jepara dalam rukyatul hilal, Minggu (10/3).
GELAP: Tim pemantau hilal meneropong langit sekitar Pantai Kartini Jepara dalam rukyatul hilal, Minggu (10/3).

JEPARA — Rukyatul hilal untuk penentuan awal puasa di Pantai Kartini Jepara gagal membuahkan hasil.

Sejak pagi hingga sore, wilayah Jepara dibalut mendung. Hal itu membuat perukyat kesulitan untuk memantau hilal.

Otomatis, hilal gagal terpantau dari Jepara.

Pantai Kartini Jepara sendiri memang jadi salah satu lokasi pemantauan hilal yang jadi pertimbangan Kementrian Agama (Kemenag) untuk menentukan awal Ramadhan tahun ini.

Dari pantauan di lapangan kemarin, sejak pukul 17.00 WIB, sejumlah perukyat telah memadati dermaga Pantai Kartini.

Ada dari kalangan dosen, Kemenag, santri, hingga mahasiswa.

Kasi Binmas Islam Kemenag Kabupaten Jepara Badrudin menjelaskan tenaga perukyat sore itu terdiri dari Badan Hisab Rukyat Kabupaten Jepara dan Lajnah Falakiyah Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara.

Terkait kondisi hilal pada kemarin sore, atau 29 Sya`ban 1445 Hijriyah, ijtima` atau konjungsi terjadi pada Minggu (10/3) pukul 16.04 WIB.

Sementara waktu maghrib tiba pada pukul 17.53 WIB.

“Kemungkinan, untuk tinggi hilal, nol derajat 59 menit. Jadi karena kondisi kali ini tertutup awan, sementara tinggi hilal masih teramat minim, di bawah 1 derajat. Maka untuk rukyatul hilal di Pantai Kartini Jepara tidak bisa melihat hilal,” ungkap Badrudin kemarin.

Menurut Badrudin, hilal kali ini memang sangat sulit dilihat.

Pasalnya, selain tertutup awan, juga ketinggiannya masih di bawah standar visibilitas untuk memungkinkan dilihat, setinggi 3 derajat.

”Kementrian Agama tetap menggelar rukyatul hilal, karena ini ikhtiar untuk penentuan 1 Ramadan sesuai dengan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Yaitu dengan melihat hilal,” tegas Badrudin. (rom/him)

Editor : Ali Mustofa
#pantai kartini #jepara #ramadan #kemenag #hilal #puasa