Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Turnover Karyawan Tinggi, 1.000 Pekerja di Jepara Resign Dalam Sehari, Kok Bisa?

Nibros Hassani • Jumat, 2 Februari 2024 | 23:58 WIB
REKRUTMEN: Perwakilan pabrik saat merekrut pekerja difabel di Kantor Dinsospermasdes.
REKRUTMEN: Perwakilan pabrik saat merekrut pekerja difabel di Kantor Dinsospermasdes.

JEPARA – Dinas Koperasi, UKM, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (DinkopUKMnakertrans) Jepara memeroleh laporan turnover karyawan yang tinggi.

Dalam sehari ada 1.000 pekerja resign dalam satu perusahaan.

Para pekerja yang cepat pergi (resign) mayoritasnya masih muda dan resign dengan berbagai alasan.

Dari data Bidang Ketenagakerjaan DinkopUKMnakertrans, sebuah perusahaan melaporkan lebih dari 1.000 tenaga kerja yang pergi dalam sehari.

Baca Juga: Dinas Sebut Sehari 1.000 Pekerja di Satu Pabrik di Jepara Resign, Ini Alasannya

Padahal, jumlah tersebut hanya berasal dari satu perusahaan saja. Belum termasuk perusahaan lain. 

"Ini laporan dari satu perusahaan saja. Perusahaan itu termasuk besar. Jadi banyak sekali yang resign dalam sehari,” jelas Kepala DinkopUKMnakertrans Samiaji melalui Bidang Ketenagakerjaan Eko Sulistyono. 

Hal ini juga diamini oleh Ketua DPD Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Tengah Sugito.

Ia menilai turn over rate di Jepara termasuk tinggi bila dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah.

Para pekerja yang pergi memiliki beragam alasan, kebanyakan yang pergi karena single (bujang) dan tidak memiliki tanggungan karena tinggal bersama orangtua. 

Lalu ada juga yang alasannya resign karena tidak sesuai passion dan latar belakangnya tidak sesuai dengan pekerjaan.

“Di Jepara turn over memang tinggi. Ini juga jadi perhatian bersama kita,” kata Sugito. 

Kepala Bidang Ketenagakerjaan DinkopUKMnakertrans Eko Sulistyono mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai pembinaan di berbagai SMK di Jepara.

“Kita galakkan mentalitas siap kerja itu ke SDM-SDMnya. Karena mentalitas ini juga menjadi faktor. Apalagi anak muda sekarang banyak sekali tantangannya,” kata Eko.

Disisi lain pihaknya juga menerima keluhan dari pelaku usaha mebel.

SDM seperti tukang kayu, ukir, juga dikhawatirkan terus menyusut.

Sebab sangat banyak pekerja migrasi dari industri furniture ke industri manufaktur. (nib)

Editor : Dzikrina Abdillah
#jepara #resign #turn over #karyawan