Air dari delapan penjuru itu didapatkan dari sumber mata air yang ada di delapan RW se-Sukosono. Termasuk air dari sumber mata air Belik Winong. ”Kegiatannya kami pusatkan di Belik Winong. Ini juga dalam rangka mengangkat potensi Belik Winong ini,” ujar Petinggi Sukosono M. Zaenal Arifin didampingi Kaur Pelayanan Desa Sukosono M. Sholeh kemarin.
Bilik Winong ini dipercaya dahulu jadi salah satu tempat wudhu Sunan Kalijaga. Di tempat itu juga dipercaya airnya dapat jadi obat penyakit, dan mempermudah jodoh.
Masing-masing air dari delapan RW itu dibawa dalam sebuah kendi dan ikut dikirab keliling desa. Sholeh menjelaskan makna penyatuan air dari delapan penjuru itu simbol mempersatukan masyarakat desa agar guyub rukun dan gotong royong.
Selain air penguripan, yang dikirab kemarin adalah tumpeng dari 32 RT se-Sukosono. Tumpengtumpeng itu beragam bentuknya. Ada yang berupa gunungan, juga tumpeng-tumpeng nasi yang diletakkan di atas nampan dan ikut dikirab masyarakat. Rute kirab itu dari Belik Winong dan berakhir di Balai Desa Sukosono. Di sana, masyarakat saling memperebutkan gunungan tumpeng yang dikirab itu. Sebagian lainnya menggelar makan bersama di halaman balai desa. (rom/war) Editor : Ali Mustofa