Perayaan ini dilaksanakan di Kelenteng Hok Tek Bio Welahan, Jumat (5/5). Disediakan meja besar di depan altar dewa berisikan persembahan. Ada arak, manisan, wajik, kue, dan buah berbagai macam. Lilin besar juga dinyalakan.
Selain empat kambing yang menjadi persembahan, pihak kelenteng juga menyiapkan babi. Nantinya, setelah ibadah selesai akan dibagikan kepada jemaat kelenteng sekitar Welahan. Sembahyang besar ini juga menyediakan hiburan seperti karawitan dan gelaran wayang potehi. Sementara itu, ibadahnya dilakukan bersama-sama.
Pengurus Kelenteng Welahan, Suwoto menjelaskan sembahyang besar atau King Kho Kun itu biasa dilakukan setiap tahun. Utamanya setelah hari jadi dewa. “Sembahyang mengucapkan terima kasih kepada Thian Tuhan Yang Maha Esa, Kongco Hoktik Tjien Sien atau Dewa Bumi, Dewa Obat Hian Thian Siang Tee dan Para Sien Bing, Buddha, Boddhisatva, Mahasatva, atas suksesnya perayaan hari jadi dewa. Ini ucapan terima kasih kami dari simpatisan kelenteng Welahan dan luar kota,” ungkapnya.
Kenapa kambing yang dipilih, kata Suwoto itu merupakan tradisi dari dulu. Sebelumnya, dewa sempat meminta 16 kambing untuk persembahan. Namun tahun ini hanya empat yang diminta.
“Kami tanya pada Kongco untuk kambing yang dipakai buat sembahyang berapa ekor. Mulai dari empat kambing, nanti kalau tidak setuju tambah dua, kalau nggak Pwee atau setuju ya tambah dan seterusnya sampai Kongco setuju. Pernah itu sampai 16 ekor kambingnya. Tapi tahun ini empat kambingnya Kongco sudah setuju,” kata Suwoto. (nib/war) Editor : Ali Mustofa