Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinsospermasdes, juga kementrian dan beberapa instansi telah mengirim bantuan kepada warga Karimunjawa. Secara umum, selain Bahan Bakar Minyak (BBM), stok pangan warga Karimunjawa menipis. Untuk mengantisipasi kosongnya pangan, sembako diangkut dengan kapal yang sempat berlayar. Seperti kapal Pelni Kelimutu yang tiba di Karimunjawa belum lama ini. Saat itu, penjabat (Pj) Bupati Edy Supriyanta meminta kepada camat dan pemerintah desa agar sembako dapat dibagikan secara adil.
Saat ini, distribusinya mengalami kendala. Camat Karimunjawa Muslikin mengatakan, untuk Desa Kemujan dan Desa Karimunjawa, distribusi telah selesai. Namun, untuk Pulau Parang dan Nyamuk, masih dalam proses pengiriman. Kapal yang berlayar menuju Pulau Nyamuk saat ini terkendala cuaca. Sempat berlayar sampai ke tengah namun harus kembali lagi karena ombaknya tinggi. Sementara itu, untuk sembako yang menuju ke Pulau Parang masih dalam perjalanan.
Sembako tersebut dibagikan per kepala keluarga (KK). Untuk Desa Karimunjawa ada sekitar 1.700 paket, Desa Kemujan 1.300 paket, Pulau Nyamuk 207 paket, dan Pulau Parang sekitar 400 paket.
"Memang sempat ada yang tertinggal di Tanjung Mas, Semarang. Kapal juga sempat delay dua jam karena proses loading barang. Ada sisa (belum terkirim) dari Kementerian Perhubungan," jelasnya.
Pihaknya mengaku, banyak paket sembako yang terkirim rusak pembungkusnya. "Kondisi plastik beras banyak yang basah. Kalau masih layak ya layak. Makanya kami segera bagikan. Supaya tidak menjamur," jelasnya.
Karena bungkus yang rusak, pemerintah desa harus membungkus ulang paket tersebut. Sehingga ada distribusi yang terlambat. Sembako tersebut berisikan beras, gula, minyak goreng, dan telur.
"Untuk Pulau Nyamuk, masih menunggu cuaca kondusif lagi. Kalau Desa Kemujan dan Karimun sudah clear," jelasnya. (nib/war) Editor : Ali Mustofa