Diketahui, ikon baru tersebut terdiri atas sebuah ornamen yang menggambarkan tiga tokoh perempuan dan sebuah tembok yang terpampang tulisan Jepara Kota Ukir. Oleh salah satu akun media sosial, ornamen tersebut diunggah dengan disertai caption “mungkin pengerjaan baru 25 persen. Mungkin memang desainnya seperti itu. Mungkin dibuat seperti itu agar lebih estetik. Atau mungkin?” tulis akun tersebut.
Siluet tersebut menggambarkan sosok Ratu Kalinyamat, Ratu Shima, dan RA Kartini. Namun wajah ketiga tokoh tersebut tidak berbentuk dan merepresen tasikan tiga tokoh tersebut. Meski demikian, Pemkab Jepara mengklaim ornamen tersebut didesain dengan bentuk siluet.
Menyikapi itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar menjelaskan ornamen yang dibangun menyerupai tiga sosok perempuan didesain dua dimensi semacam siluet. Di mana, ornamen tersebut merepresentasikan huruf I. Di antara ornamen tersebut dengan tembok akan ditambah simbol hati. Sehingga terbaca I love Jepara Kota Ukir.
Ia menegaskan proses pembangunan ikon baru tersebut belum sepenuhnya rampung. Setelah ramai di media sosial, pihaknya juga mengecek pengerjaan ikon baru tersebut. Dia bersama seniman yang membuat ornamen tiga tokoh perempuan tampak berdiskusi dan mengevaluasi orna men tersebut. “Biar kami selesaikan dahulu. Memang kadang yang terpasang tidak bisa persis seperti desain. Kalau ada yang kurang pas nanti diperbaiki,” jelas Ary.
Untuk ornamen tiga tokoh perempuan itu dibuat menggunakan semen. Namun dicat serupa terbuat dari besi. Secara keseluruhan, ikon baru tersebut menghabiskan anggaran Rp 200 juta. Termasuk di dalamnya pengerjaan penambahan ornamen hiasan di tiang lampu sepanjang Jalan Kartini. (rom/war) Editor : Ali Mustofa