Gedung ini berlokasi di desa Somosari, Batealit. Jaraknya sekitar dua kilometer dari kantor kecamatan. Sementara dari alun-alun Jepara menempuh sekitar 20 menit menggunakan kendaraan roda dua.
Acara terselenggara penuh dalam bahasa korea. Bahasa Indonesia hanya digunakan oleh Bupati. Sempat Pj Bupati meminta penerjemah untuk membantunya menerjemahkan beberapa kalimat dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Korea.
Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan “kamsahamnida” (terima kasih—Korea, Red) kepada hadirin. Lalu disambut tepuk tangan yang meriah oleh hadirin. “Selamat datang kepada keluarga Korea di Jepara,” kata Edy.
Ia juga mengundang anak-anak korea yang ada di Jepara untuk main ke pendapa. Lalu sambutan selesai.
Duta Besar Korea Selatan Park Tae-sung menyampaikan pendirian Korean Center ini menjadi bentuk tekad dan antusiasme warga Korea. “Pendirian Korean Center menjadi harapan semua orang tapi mencari tanah dan mempersiapkan dana untuk pendiriannya tidak mudah,” kata Dubes negara gingseng itu kemarin.
Ia menambahkan, pemerintah Korea Selatan ikut menyumbang dana untuk pendirian Korean center tersebut.
Imbuhnya, Korean Center di Jepara ini menjadi Korean Center pertama di Jawa Tengah. Kedepannya ia berharap Korean center tersebut bisa menjadi ruang untuk komunitas warga korea di Jepara. Juga menjadi lokasi untuk menyambut warga Korea baru di Jepara untuk berbisnis dan silaturahmi. “Sebagian besar anggota Komunitas Warga Korea di Jepara bergerak di bidang mebel, tapi makin kesini banyak yang berusaha di sektor tekstil,” kata Park Tae-sung.
Selain itu, Park Tae-sung menyebut Korean Center Jepara ini diharapkan bisa menjadi ruang pendidikan bagi anak-anak Korea di Jepara, serta perantara budaya Korea kepada warga Korea dan Jepara. “Korean Center Jepara ini terbuka untuk masyarakat setempat,” jelas duta Park Tae. (nib) Editor : Ali Mustofa